kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Penjualan Domestik Lesu, Sektor Otomotif Terselamatkan Berkat Ini


Rabu, 04 Februari 2026 / 05:27 WIB
Penjualan Domestik Lesu, Sektor Otomotif Terselamatkan Berkat Ini
ILUSTRASI. Meski penjualan mobil domestik turun, ekspor CBU dan CKD Indonesia justru melonjak signifikan. (Dok/IPCC)

Reporter: Leni Wandira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kinerja ekspor kendaraan roda empat Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, di tengah pelemahan pasar domestik dan penurunan produksi di sejumlah segmen, termasuk kendaraan komersial seperti truk.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pengiriman mobil utuh atau completely built up (CBU) mencapai 518.212 unit sepanjang 2025. Angka ini naik 9,7% secara tahunan (year on year/YoY) sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah ekspor mobil Indonesia.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyampaikan bahwa capaian ekspor tersebut menjadi penopang penting bagi industri otomotif nasional ketika penjualan dalam negeri belum kembali ke level normal.

“Biasanya kita jualan bisa di atas 1 juta unit, sekarang kita hanya di kisaran 800 ribuan. Kemarin alhamdulillah tembus 803 ribu unit. Tapi yang menarik adalah ekspor yang juga tembus all time high 518.000 unit,” ujar Kukuh kepada media di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Kukuh mengakui penurunan produksi tidak hanya terjadi pada kendaraan komersial, tetapi hampir di seluruh segmen kendaraan. Meski demikian, peningkatan ekspor dinilai menjadi sinyal positif atas daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global.

Baca Juga: Harga Agya, Calya, Sigra Naik Februari 2026! Tapi Diskonnya Lebih Besar

Pabrikan Jepang Masih Dominan

Dari sisi produsen, ekspor CBU masih didominasi pabrikan asal Jepang. Toyota memimpin dengan pengiriman 175.446 unit atau setara 33,9% dari total ekspor mobil Indonesia. Posisi berikutnya ditempati Daihatsu dengan 124.848 unit (24,1%) dan Mitsubishi Motors sebanyak 105.079 unit (20,3%).

Hyundai berada di peringkat selanjutnya dengan ekspor 54.175 unit, disusul Suzuki 30.636 unit dan Honda 17.126 unit.

Selain ekspor CBU, pengiriman kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, ekspor CKD mencapai 63.263 unit, melonjak 36,6% dibandingkan realisasi 46.311 unit pada 2024.

Mitsubishi Motors menjadi kontributor terbesar ekspor CKD dengan pengiriman 48.157 unit atau sekitar 76% dari total ekspor CKD. Selanjutnya Hyundai mencatat 8.522 unit dan Suzuki 5.852 unit.

Ekspor Komponen Masih Tertekan

Berbeda dengan kinerja CBU dan CKD, ekspor komponen otomotif justru mengalami penurunan. Sepanjang 2025, ekspor komponen tercatat sebesar 141,9 juta potong, turun 7,3% dibandingkan 153 juta potong pada 2024.

Mayoritas ekspor komponen masih disuplai oleh Toyota dengan kontribusi lebih dari 90%, diikuti Honda dan Hino.

Menurut Kukuh, peningkatan ekspor mobil tidak terlepas dari sinergi antara pelaku industri dan pemerintah melalui berbagai kementerian dalam membuka akses pasar baru bagi kendaraan buatan Indonesia.

Tonton: Purbaya Perkirakan Anggaran Program Gentengnisasi Tak Sampai Rp 1 Triliun

“Kita syukuri saja bahwa ekspor meningkat, all time high. Kita terus kerja keras semua pihak, baik pelaku maupun pemerintah, misalnya dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan. Kita ingin ekspor ke Meksiko lebih baik, ke Timur Tengah juga,” katanya.

Gaikindo menilai tren ekspor yang terus meningkat menjadi bantalan penting bagi industri otomotif nasional di tengah perlambatan permintaan domestik. Dengan penetrasi pasar yang semakin luas serta diversifikasi negara tujuan, ekspor diharapkan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan industri otomotif Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya: Lebih Murah, Multifinance Kian Andalkan Dana Obligasi

Menarik Dibaca: Kumpulan Link Twibbon Hari Kanker Sedunia 2026, Pakai 4 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×