kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pengusaha Berharap PPKM Level 3 DKI Jakarta Tak Berlangsung Lama, Ini Alasannya


Rabu, 09 Februari 2022 / 06:15 WIB

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di DKI Jakarta dalam jangka pendek akan berdampak kepada pertumbuhan perekonomian di Ibu Kota.

DKI Jakarta merupakan kota pusat jasa dan perdagangan yang pastinya memerlukan adanya pergerakan manusia. Apabila pergerakan manusia di DKI Jakarta tersendat maka memiliki potensi pelambatan pertumbuhan ekonomi di ibukota ini.

"Penerapan PPKM level 3 di DKI itu akan sangat memukul ekonomi DKI Jakarta dan itu berpotensi akan membuat nanti ekonomi Jakarta di kuartal pertama bisa-bisa saja minus kalau misalnya PPKM ini lalu panjang," jelas Sarman kepada Kontan.co.id, Selasa (8/2).

Adanya pembatasan kunjungan di lokasi-lokasi perekonomian harus diikuti dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengakselerasi vaksinasi booster. Sarman menyebut dengan vaksinasi booster diharapkan dapat meminimalisir dampak dari penyebaran varian omicron.

Baca Juga: PPKM Level 3 Diberlakukan, Begini Strategi Pengelola Bioskop CGV

"Selain itu, pengawasan sosialisasi dan pemberian sanksi dan kebijakan itu harus dilakukan secara efektif. Pemerintah DKI Jakarta harus selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," imbuhnya.

Sarman menyebut pengusaha berharap penerapan PPKM level 3 di DKI Jakarta tidak berlangsung lama. Ia berharap maksimal pertengahan Maret pelonggaran sudah mulai bisa dilakukan.

Mengingat Ramadhan dan Idul Fitri merupakan menjadi momentum bagi pengusaha untuk memperkuat arus kas perusahaan ataupun usahanya. Sarman menyebut saat Ramadan dan Idul Fitri terjadi potensi perputaran uang yang sangat besar di DKI Jakarta.

"Awal Maret biasanya pusat perbelanjaan Tanah Abang dan sebagainya Glodok itu dipenuhi oleh para pedagang untuk membeli berbagai kebutuhan dalam partai besar untuk dijual kembali. Kalau itu nggak bisa dimanfaatkan momentum ini sangat disayangkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×