kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Penerimaan perpajakan naik Rp 131,1 triliun tahun depan


Selasa, 17 Agustus 2021 / 05:45 WIB
Penerimaan perpajakan naik Rp 131,1 triliun tahun depan

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan tahun depan naik Rp 131,1 triliun. Target tersebut ditetapkan oleh pemerintah setelah mempertimbangkan dinamika perekonomian pada 2022.

Adapun besaran penerimaan perpajakan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 adalah sebesar Rp 1.506,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 9,5% dari outlook penerimaan perpajakan tahun 2021 sebesar Rp 1.375,8 triliun.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan besaran penerimaan perpajakan tersebut penting untuk memperkuat kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan meneruskan reformasi perpajakan pada tahun depan.

Baca Juga: Begini kiat Jokowi kejar target pendapatan negara hingga Rp 1.840,7 triliun di 2022

“Reformasi perpajakan bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jokowi dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU Tentang APBN TA 2022, Senin (16/8).

Adapun reformasi perpajakan tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan dalam rangka meningkatkan rasio perpajakan.

“Selain itu, pemberian berbagai insentif perpajakan yang tepat dan terukur diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing investasi nasional, serta memacu transformasi ekonomi,” tegas Jokowi.

Selanjutnya: Inilah strategi Jokowi untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,5% di 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×