kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Penentuan Perdana Menteri Malaysia Kini di Tangan Raja Al-Sultan Abdullah


Rabu, 23 November 2022 / 05:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  KUALA LUMPUR. Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengatakan bahwa ia akan memilih perdana menteri berikutnya setelah dua kubu, Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin, gagal mengumpulkan dukungan mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Seperti diketahui, pemungutan suara menghasilkan parlemen gantung yang belum pernah terjadi sebelumnya. Baik pemimpin oposisi Anwar Ibrahim maupun mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin memenangkan mayoritas sederhana yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Untuk memecahkan kebuntuan, Raja Al-Sultan Abdullah menyarankan kedua saingan itu bekerja sama untuk membentuk pemerintahan persatuan. Tetapi kedua kubu menolak bekerjasama. 

Muhyiddin menjalankan aliansi konservasi Muslim Melayu, sedangkan Anwar menjalankan koalisi multietnis.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Mencoba Mengunci Keunggulan dalam Pemillihan Umum Malaysia

Pemilihan hari Sabtu dan gejolak berikutnya memperpanjang ketidakstabilan politik di negara Asia Tenggara, yang telah memiliki tiga perdana menteri selama bertahun-tahun, dan berisiko menunda keputusan kebijakan yang diperlukan untuk menggembleng pemulihan ekonomi.

Raja telah memberikan waktu pada partai politik sampai jam 2 siang waktu setempat untuk mengumpulkan aliansi yang dibutuhkan untuk mayoritas.

Tetapi para kandidat gagal melakukannya setelah koalisi Barisan Nasional yang sedang menjabat menolak untuk bergabung dengan keduanya.

Sekarang tergantung pada raja konstitusional, yang memainkan peran seremonial tetapi dapat menunjuk siapa pun yang dia yakini akan memimpin mayoritas.

"Biarkan saya membuat keputusan segera," kata raja kepada wartawan di luar istana nasional.

Dia juga meminta warga Malaysia untuk menerima setiap keputusan tentang pembentukan pemerintahan.

Baca Juga: Persaingan Ketat, Malaysia Hadapi Parlemen Gantung untuk Pertama Kalinya

Raja kemudian bertemu dengan Anwar dan Muhyiddin, dan memanggil anggota parlemen dari koalisi Barisan Nasional untuk bertemu pada hari Rabu.

Anwar mengatakan kepada wartawan bahwa raja, dalam pertemuan mereka, menyatakan keinginannya untuk membentuk pemerintahan yang kuat yang lebih inklusif dalam hal ras, agama, atau wilayah dan yang dapat berfokus pada ekonomi.

Koalisi progresif Anwar memenangkan jumlah kursi terbanyak, tetapi sebuah partai Islam - yang merupakan bagian dari blok Muhyiddin dan menggembar-gemborkan hukum syariah - memperoleh keuntungan besar, menimbulkan ketakutan di Malaysia - yang memiliki minoritas etnis China dan etnis India yang signifikan mengikuti agama lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×