Pendanaan Ventura China Cetak Rekor Meski Beijing Tindak Keras Industri Teknologi

Selasa, 11 Januari 2022 | 06:20 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Pendanaan Ventura China Cetak Rekor Meski Beijing Tindak Keras Industri Teknologi


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Di saat pemerintah China meluncurkan tindakan keras terhadap industri teknologi, industri modal ventura China justru mencapai rekor pendanaan sepanjang tahun 2021. Meskipun, industri ini sempat berhenti memberikan pendanaan di awal-awal tindakan keras.

Mengutip Bloomberg (10/1), investasi modal ventura di China mencapai US$ 130,6 miliar untuk tahun 2021. Capaian itu menciptakan rekor baru untuk negara itu, sekitar 50% lebih tinggi dari total US$ 86,7 miliar tahun sebelumnya.

Performa menakjubkan tersebut bertolak belakang dengan kehancuran yang terjadi pada perusahaan-perusahaan teknologi seperti Alibaba Group Holding Ltd., Tencent Holdings Ltd., ByteDance Ltd. dan penyedia ride-hailing Didi Global Inc. yang semuanya babak belur selama beberapa bulan terakhir.

Pengusaha dan perusahaan ventura berputar ke peluang baru dengan beralih dari bisnis internet yang lebih lunak ke teknologi inti seperti semikonduktor, robotika, dan perangkat lunak perusahaan. Jumlah uang yang masuk ke bioteknologi saja bisa mencapai US$ 14,1 miliar tahun lalu, naik sepuluh kali lipat dari 2016.

Baca Juga: Dany Amrul Direksi Mind ID Buka Suara Soal IBC Batal Akuisisi StreetScooter

“Nafsu investor untuk teknologi China tetap utuh. Apa yang berubah, bagaimanapun, adalah di mana mereka memarkir uang mereka,” kata Jiang Jingjing, seorang pengacara yang berspesialisasi dalam penggalangan dana di King & Wood Mallesons Hong Kong.

Sinovation Ventures yang berbasis di Beijing, sebuah perusahaan ventura teknologi yang didirikan oleh mantan eksekutif Google Kai-Fu Lee, berencana untuk membelanjakan setiap dolar yang diperolehnya tahun ini untuk investasi yang terkait dengan teknologi dan ilmu kehidupan. Itu naik dari sekitar 10% yang dialokasikan Lee untuk sektor-sektor tersebut pada tahun 2010.

Gary Rieschel, direktur pelaksana pendiri Qiming Venture Partners, mengatakan bahwa startup teknologi dalam sekarang menyumbang sekitar 40% dari portofolio perusahaannya, dibandingkan dengan 10% pada tahun 2014.

Baca Juga: Beijing Kembali Unjuk Taring Cegah Monopolistik Swasta, Atur Platform Musik Digital

Meskipun demikian, China masih jauh di belakang Lembah Silikon dalam investasi ventura secara keseluruhan. AS mencapai rekor barunya sendiri sebesar US$ 296,6 miliar tahun lalu, lebih dari dua kali lipat total untuk negara Asia.

Tetapi dalam teknologi fundamental tertentu, China telah melampaui AS. Misalnya, pembuat chip China, perancang sirkuit terintegrasi, dan startup semikonduktor lainnya menerima US$ 8,8 miliar dalam pendanaan tahun lalu, lebih dari enam kali lipat dari US$ 1,3 miliar yang diinvestasikan di perusahaan yang sebanding di AS.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru