Global

Pemerintah Rusia mengakui, jumlah korban corona lebih besar dari laporan

Rabu, 30 Desember 2020 | 10:47 WIB Sumber: Euronews
Pemerintah Rusia mengakui, jumlah korban corona lebih besar dari laporan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Badan statistik Rusia mengakui angka kematian akibat virus corona di negaranya bisa tiga kali lipat lebih besar dari apa yang telah dilaporkan otoritas kesehatan Rusia sejauh ini.

Hingga hari Selasa (29/12) Rusia secara resmi mengonfirmasi jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 55.265, sementara badan statistik nasional Rosstat mencatat angka kematian sebenarnya bisa mencapai 186.057.

Jika catatan tersebut benar, maka Rusia memiliki angka kematian terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Melansir dari Euronews, Rosstat tidak menjelaskan mengapa angka kematian bisa melonjak hingga tiga kali lipat, tetapi mereka memperkirakan ini terjadi karena pemerintah Rusia hanya mencatat kematian di mana virus ditemukan setelah pemeriksaan mayat.

Baca Juga: Rusia akui jumlah kematian akibat Covid-19 terburuk ketiga di dunia

Rosstat juga menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 229.700 kematian pada periode Januari-November 2020 dibanding tahun lalu, sebagian besar berkaitan dengan virus corona.

"Lebih dari 81% peningkatan kematian selama periode ini disebabkan oleh Covid-19. Pada musim gugur dan musim dingin terjadi peningkatan kematian akibat Covid-19," ungkap Wakil Perdana Menteri Tatiana Golikova.

Lonjakan kematian di musim dingin sebenarnya juga dialami oleh sebagian besar negara Eropa. Hal ini menyebabkan diterapkannya aturan karantina serta pembatasan sosial yang lebih ketat, bahkan saat perayaan Natal beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Rusia justru jadi salah satu negara yang menolak menerapkan lockdown nasional meskipun situasi epidemi semakin memburuk di dua kota utama seperti Moskow dan St. Petersburg.

Rusia saat ini menaruh harapan besar pada vaksin Covid-19 Sputnik V yang merupakan produksi negara. Sputnik V sudah mulai diberikan kepada orang-orang paling rentan meskipun vaksin ini belum disetujui secara internasional.

Selanjutnya: WHO: Orang yang telah menerima vaksin Covid-19 tetap harus waspada

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru