kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemerintah Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran


Jumat, 10 Maret 2023 / 10:35 WIB
Pemerintah Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, pemerintah akan memastikan stabilisasi harga pangan dapat terjaga selama momentum Ramadan dan Lebaran 2023.

Selain itu, di kedua momen tersebut, pemerintah juga akan memastikan daya beli masyarakat kalangan menengah bawah dapat terjaga, sehingga sinergi dan kerja sama antar pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kementerian/lembaga perlu ditingkatkan.

"Kita akan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, tentunya ini menjadi perhatian pemerintah yang cukup serius. Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan yang memastikan stabilitas harta tetap terjaga selama bulan Ramadan," ujar Febrio dalam acara BNI Emerald Market Outlook, Kamis (9/3).

Baca Juga: Jokowi: HPP Gabah/Beras Akan Segera Diumumkan Badan Pangan Nasional

Hanya saja, Febrio tidak secara rinci menjelaskan kebijakan yang tengah dipersiapkan pemerintah tersebut untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2023. Namun yang pasti, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) pangan seperti beras, telur dan ayam selama tiga bulan.

Tidak hanya itu, Febrio bilang bahwa pemerintah juga memastikan supply bahan pangan ada di setiap provinsi. Ini juga merupakan upaya untuk menekan inflasi pangan pada saat Ramadan dan Lebaran 2023.

"Ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), dan semua kementerian bekerja bahu membahu memastikan supply beras ada di setiap provinsi, supply cabe ada di setiap provinsi, supply bawang ada di setiap provinsi," ungkap Febrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×