Pemerintah Dorong Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, Ini Kata Gaikindo

Jumat, 16 September 2022 | 05:35 WIB   Reporter: Dimas Andi
Pemerintah Dorong Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, Ini Kata Gaikindo


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan instansi pemerintah tidaklah mudah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan dinas.

Tak hanya itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga mengirim Surat Menteri BUMN No. S-565/MBU/09/2022 yang meminta 84 BUMN untuk mendukung program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai. Dalam hal ini, pihak BUMN juga diwajibkan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional sehari-hari.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, peralihan penggunaan kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik niscaya akan terjadi secara alamiah. Upaya pemerintah yang disebutkan tadi juga menjadi bagian dari proses peralihan menuju era kendaraan listrik di Indonesia.

“Kalau memang ada kebijakan percepatan penggunaan EV di lingkungan pemerintah, harapannya itu memakai kendaraan yang dirakit di Indonesia. Jangan sampai impor semua,” ungkap dia dalam diskusi virtual, Kamis (15/9).

Baca Juga: Wapres: Jakarta dan Bali Jadi Daerah Prioritas Penerapan Inpres Mobil Listrik

Kukuh menilai, bukan perkara mudah untuk mendongkrak suplai mobil listrik dalam waktu dekat, mengingat kemampuan produksi mobil tersebut masih rendah.

Data Gaikindo menunjukkan, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,4 juta unit per tahun. Namun, kapasitas produksi yang terpakai berdasarkan data tahun 2021 baru mencapai 1,21 juta unit atau 47% dari total kapasitas yang ada.

Dari situ, Kukuh menyebut produksi mobil listrik di Indonesia hanya di kisaran 13.000 unit per tahun. Tentu angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan kapasitas produksi otomotif nasional yang tersedia secara keseluruhan.

“Sejauh ini ada dua pabrik yang membuat mobil listrik. Kami harap menyusul segera pabrikan lainnya,” imbuh dia.

Dalam catatan Kontan, Agen Pemegang Merek (APM) yang memiliki lini produksi mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) adalah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID).

Pabrikan asal Korea Selatan ini sudah mampu memproduksi mobil listrik Hyundai Ioniq 5 di pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Selain itu, ada Wuling Motors yang mulai memproduksi mobil listrik Wuling Air ev di pabrik yang juga berada di Cikarang, Jawa Barat.

Baca Juga: Moeldoko Sebut Inpres Kendaraan Listrik Wujud Komitmen Jokowi Lakukan Transisi Energi

Secara umum, Kukuh menilai mobil listrik yang ada pada saat ini lebih menyasar kalangan menengah ke atas. Ini mengingat sebagian besar konsumen otomotif Indonesia lebih mampu untuk membeli mobil dengan harga di kisaran Rp 300 juta. Tingginya harga baterai yang masih harus diimpor menjadi persoalan yang membuat harga mobil listrik di Indonesia tergolong mahal.

Gaikindo pun terus mendorong pabrikan-pabrikan otomotif nasional untuk segera memperkenalkan varian-varian mobil listrik. Tidak hanya itu, produsen otomotif juga diharapkan bisa merakit mobil listrik tersebut langsung di Indonesia.

“Kami harapkan produksi EV bisa dilakukan di Indonesia, termasuk komponennya juga buatan lokal. Tentu ini membutuhkan proses yang panjang,” pungkas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru