Pelindo II jadi surviving entity, merger Pelindo resmi terlaksana

Sabtu, 02 Oktober 2021 | 15:40 WIB   Reporter: Dimas Andi
 Pelindo II jadi surviving entity, merger Pelindo resmi terlaksana


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana merger Pelindo akhirnya terealisasi usai penandatanganan Akta Penggabungan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Layanan Jasa Pelabuhan, yaitu PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), melebur ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang menjadi surviving entity.

Penandatanganan Akta Penggabungan dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto, dan Direktur Pelindo IV Prasetyadi. Penandatanganan disaksikan secara daring oleh Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Seremoni penandatanganan akta berlangsung secara hybrid di Jakarta pada Jumat (1/10).

Pada pagi di hari yang sama, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

“Ini adalah salah satu momen penting dan bersejarah bagi pengelolaan BUMN kepelabuhanan. Merger ini adalah langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional,” kata Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam siaran pers di situs Pelindo II, Jumat (1/10).

Sosok yang akrab disapa Tiko ini berharap, ke depan manfaat dari merger ini dapat segera terealisasi. Setelah ini Pelindo mesti fokus agar keempat subholding di bawah Pelindo dapat segera efektif dan dioperasikan secara optimal.

Baca Juga: Ada 8 BUMN penerima PMN senilai Rp 52 triliun, begini tanggapan Kementerian BUMN

Ia pun berharap penandatanganan akta yang dilakukan dapat memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan sosial tanah air.

“Semoga terwujudnya legal merger Pelindo memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia, bahwa kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia,” jelas Tiko.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan setelah penandatanganan Akta, Kementerian BUMN selaku pemegang saham menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi PT Pelindo II (Persero) yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-335/MBU/10/2021 Perihal Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II dan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-334/MBU/10/2021 Perihal Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II.

Berikut daftar nama jajaran Komisaris Pelindo II (Persero):

  • Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio
  • Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago
  • Komisaris Independen: Heru Sukanto
  • Komisaris: Antonius Ranier Haryanto
  • Komisaris: R. Agus H. Purnomo
  • Komisaris: Didi Sumedi
  • Komisaris: Sudung Situmorang

Berikut daftar nama Direksi Pelindo II

  • Direktur Utama: Arif Suhartono
  • Wakil Direktur Utama: Hambra
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mega Satria
  • Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman
  • Direktur Strategi: Prasetyo
  • Direktur Investasi: Boy Robyanto
  • Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto

Baca Juga: Di hadapan asosiasi, Pelindo I-IV sosialisasi soal merger

Dalam rangka bergabungnya Pelindo, juga telah dilakukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dengan tajuk ‘Pelindo Beramal’ yang terdiri santunan tunai kepada masyarakat kurang mampu dan bantuan ambulan. Total penerima bantuan adalah 7.334 anak yang merupakan jumlah total pegawai organik Pelindo I, II, III, dan IV ditambah dengan jajaran BOD dan BOC.

Total santunan tercatat sebesar Rp 2.200.200.000. Program Pelindo Beramal dilakukan serentak di minggu keempat September 2021 di seluruh wilayah masing-masing Pelindo I, II, III, dan IV.

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs (twenty foot equivalent units). Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage, dan memperkuat permodalan perusahaan.

 

Selanjutnya: Simak strategi Elnusa (ELSA) kerja pendapatan Rp 7 triliun di 2021

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru