Ekonomi

Pegadaian menilai bisnis pembiayaan digital memiliki potensi besar tahun depan

Selasa, 29 Desember 2020 | 06:15 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Pegadaian menilai bisnis pembiayaan digital memiliki potensi besar tahun depan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) menilai bisnis pembiayaan digital tahun depan diproyeksi masih punya potensi besar. Mengingat, produk - produk tersebut semakin diminati masyarakat. 

"Di samping karena prosesnya cepat dan juga aman. Kebutuhan pasar juga semakin besar," kata Sekretaris Perusahaan Pegadaian R. Swasono Amoeng, pekan lalu. 

Hingga saat ini, gadai pelat merah ini sudah gandeng dua platform fintech lending untuk menyediakan pembiayaan berbasis digital. Mereka adalah Akseleran dan Investree. 

Awal Desember lalu, Pegadaian menjadi pemberi dana (lender) institusi di Akseleran senilai Rp 300 miliar. Pemberian dana tersebut untuk menggejot pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM. Pegadaian memanfaatkan kanal Akseleran untuk salurkan pinjaman usaha.  "Target pembiayaan belum dapat kami disclose, namun cukup agresif. Fintech yang dibidik sekitar 3 - 4 fintech, bisa jadi lebih," ungkapnya. 

Ia mengatakan,  Pegadaian selalu membuka diri untuk berkolaborasi secara sinergis dengan perusahaan-perusahaan start-up yang memiliki program-program sejalan dengan Pegadaian. 

Baca Juga: Kata para pengamat perihal posisi hukum atas rencana holding BUMN untuk UMKN

Ini dilakukan agar bisa memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal kerja, diantaranya dengan memanfaatkan platform fintech lending seperti Akseleran untuk mendorong pertumbuhan inklusi keuangan di tanah air.

“Kami melihat ke depan para milenial akan menjadi penentu dalam memutar roda perekonomian dengan ide, maupun gagasan yang luar biasa. Kami juga ingin merangkul perusahaan lainnya seperti Akseleran, agar bisa dikenal dan membantu masyarakat lebih luas lagi,” pungkasnya. 

Pegadaian saat ini memiliki produk baru yaitu Pinjaman Modal Kerja, yang merupakan produk pembiayaan untuk usaha produktif atau modal kerja dengan barang jaminan berupa invoice. 

Produk tersebut bekerja sama dengan fintech Lending.  Pinjaman tersebut disalurkan melalui platform fintech lending tersebut, seperti Akseleran. Hal ini sebagai bagian dari akselerasi digital serta inklusi keuangan Pegadaian untuk menjangkau segmen korporasi hingga UMKM.

Selanjutnya: Simak Rencana Besar Pemerintah untuk Bank BUMN

 

Editor: Handoyo .
Terbaru