kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasar ekspor masih menjadi kontributor tertinggi penjualan Dua Putra Utama (DPUM)


Rabu, 15 Desember 2021 / 08:30 WIB
Pasar ekspor masih menjadi kontributor tertinggi penjualan Dua Putra Utama (DPUM)

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menyebutkan jika pihaknya optimistis target penjualan di akhir tahun bisa tercapai. Pada gelaran paparan publik yang berlangsung virtual, Sekretaris Perusahaan DPUM, Simon Arosokhi bahkan menyampaikan bisa melampauinya.

"Sebagaimana yang disampaikan pada paparan publik tahun lalu, kami targetkan tahun ini penjualan di angka Rp140 miliar sampai dengan Rp145 miliar. Kami yakini dan optimistis bisa tercapai, sebab melihat kinerja pada kuartal III 2021, bisa berpotensi mencapai Rp190 miliar di akhir tahun 2021," jelasnya kepada Kontan, Selasa (14/12).

Sebagai catatan, kinerja DPUM pada kuartal III 2021 bisa dikatakan membaik walau masih menuai rugi. Penjualan tercatat meningkat sebesar 8,17% di angka Rp102,97 miliar dari perolehan Rp95,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan rugi bersih menyusut signifikan menjadi Rp31,17 miliar dari Rp145,86 miliar.

Baca Juga: Ekspor industri makanan dan minuman tumbuh 52% hingga September 2021

DPUM menjabarkan jika penjualan udang ekspor ke Jepang masih menjadi kontributor tertinggi bagi Perseroan. Adapun perolehan penjualan pasar ekspor menempati porsi kontribusi 73% dan sisanya diisi oleh pasar domestik. "Penjualan ekspor masih mendominasi penjualan. Kami juga mengalami peningkatan ekspor 80% untuk produk di segmen value added. Penjualan ke China juga ikut meningkat," sambungnya.

DPUM menuturkan, selain Jepang dan China, pihaknya juga menargetkan Australia sebagai negara utama tujuan ekspor. Pihaknya juga berencana akan meluaskan pasar ekspor ke Amerika Serikat, Kanada, Singapura, dan Malaysia.

Simon mengatakan, target utama Perseroan masih negara Jepang, sebab di sanalah pihaknya memiliki pembeli yang loyal. Di sisi lain, Jepang juga tengah bangkit dari pandemi Covid-19 dan pembatan acara Olimpiade 2020. Jumlah stock yang menipis dan masa pemulihan yang dijalani, membuat Jepang melakukan banyak pemesanan di DPUM.

 

"Kami juga akan lakukan pengembangan produk di sana dengan bekerjasama dengan Jepang," kata dia.

Sementara itu, untuk pasar domestik, DPUM pada tahun 2022 juga memiliki rencana untuk lebih giat memasarkan produk segmen value added seperti tempura, marugoto, ebi fry,ebi katsu, hingga sashimi di kawasan Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Lebih lanjut, pada kuartal III 2021, secara year to date perolehan total aset, liabilitas dan ekuitas masing-masing menurun 2,05%, 0,19% dan 4,46%. Total aset DPUM tercatat berada di angka Rp1,43 triliun, liabilitas sebesar Rp768,55 miliar dan ekuitas sebesar Rp667,30 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×