CLOSE [X]

Pangsa pasar berbeda, Dirut BCA: PayLater bukan saingan kartu kredit

Jumat, 23 April 2021 | 07:40 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Pangsa pasar berbeda, Dirut BCA: PayLater bukan saingan kartu kredit


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demam belanja online membuat pelaku e-commerce menghadirkan layanan belanja dulu bayar kemudian alias PayLater. Kendati bisnis ini semakin menjamur, PT Bank Central Asia Tbk menilai layanan PayLater bukanlah saingan bagi kartu kredit. 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan bisnis PayLater menyasar pangsa pasar yang berbeda dengan kartu kredit. 

Ia menyatakan idealnya kartu kredit dimiliki oleh setiap masyarakat. Biasanya kartu kredit ini banyak digunakan untuk transaksi di merchant offline seperti restoran. 

“Munculnya e-commerce memberikan pilihan untuk pembayaran menggunakan kartu kredit. Namun ada PayLater yang menjadi optional,” ujar Jahja dalam paparan virtual, Kamis (22/4).

Ia bilang, pada akhirnya, PayLater banyak digunakan oleh para pengguna e-commerce yang belum memiliki kartu kredit. Ia menegaskan ini bukanlah persaingan melainkan pasar baru yang diadaptasi oleh e-commerce agar pengguna belanja dalam bentuk kredit melalui PayLater. 

Baca Juga: Tertarik Gunakan PayLater? Cermati Dulu Kelebihan dan Kekurangannya agar Tak bablas

“Pengguna itu, belum kredibel secara perbankan untuk kartu kredit, namun e-commerce memiliki track record belanja sehingga bisa diberikan fasilitas PayLater. Jadi menurut saya tidak bisa dikatakan semata-mata PayLater head on to kartu kredit,” jelas Jahja. 

Direktur BCA Santoso menambahkan selama pandemi bisnis kartu kredit memang lesu darah. Lantaran adanya pembatasan sosial sehingga transaksi kartu kredit tidak bisa dilakukan di merchant offline. 

Selain itu, transaksi dengan ticket size besar biasanya digunakan oleh nasabah ketika melancong ke luar negeri. Namun hal ini tidak bisa dilakukan karena adanya pembatasan ke border. 

Ia menambahkan transaksi kartu kredit juga bisa dilakukan tanpa bunga. Asal tahu saja, saldo outstanding kartu kredit BCA turun 10,2% year on year menjadi Rp 11,1 triliun hingga Maret 2021.

Selanjutnya: Likuiditas memadai, BCA proyeksi kredit tumbuh 6% hingga akhir 2021

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru