Pada Juni 2022, Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta Diresmikan

Selasa, 05 April 2022 | 07:05 WIB   Reporter: Akmalal Hamdhi
Pada Juni 2022, Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta Diresmikan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak perusahaan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yakni PT Dafam Hotel Management (DHM) optimistis kinerja hotel akan lebih baik pada tahun ini. Pandemi yang mulai surut, makin memantapkan sejumlah langkah perseroan untuk membuka jaringan hotel baru.

Dafam Hotel Management dijadwalkan akan membuka jaringan hotel baru pada Juni 2022 yang berlokasi dekat Bandara Internasional Yogyakarta. Hotel tersebut diberi nama Grand Dafam Signature International Airport Yogyakarta (GDSIAY) berstandar bintang 4+ yang  tepat berada di depan pintu masuk bandara.

Hotel yang memiliki konsep Luxury Hotel berstandar internasional tersebut, memiliki 198 jumlah kamar dan dilengkapi fasilitas eksklusif seperti kolam renang, lounge dan club longue.

Baca Juga: Investasi 6 Hotel Baru Masuk ke Kabupaten Kulon Progo, Imbas Bandara YIA

CEO Dafam Hotel Management (DHM) Andhy Irawan mengatakan, kehadiran Hotel GDSIAY ini menjadikan Dafam Hotel kini telah mengelola sebanyak 25 unit hotel yang tersebar di 17 kota seluruh Indonesia.

Andhy bilang, pembukaan hotel di Bandara Yogyakarta tersebut diusahakan akan sesuai jadwal mengingat kondisi masyarakat yang mulai berangsur pulih.

Sebab, awalnya Hotel GDSIAY diagendakan dapat dibuka pada akhir tahun 2021, namun karena kondisi pandemi masih mengancam maka perencanaan tersebut mundur ke tahun ini.

“Kami usahakan akan sesuai jadwal karena sudah mengalami penundaan beberapa kali akibat pandemi,” ungkap Andhy saat dihubungi Kontan, Senin (4/3).

Menurut Andhy, pada bulan Juni adalah waktu yang tepat karena perekonomian masyarakat dianggap telah membaik. Andhy bilang, hal tersebut tercermin dari meningkatnya tingkat okupansi Hotel Dafam.

Tercatat, saat ini rata-rata tingkat okupansi Hotel Dafam secara konsolidasi sekitar 50%-60%. Catatan tersebut membaik apabila dibandingkan tingkat okupansi Hotel Dafam pada Januari berkisar 40%-60%.

“Kondisi perhotelan saat ini cukup memberikan angin segar. Ada kenaikan tingkat okupansi Hotel Dafam di seluruh Indonesia, meskipun tidak begitu signifikan,” tutup Andhy.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru