Pabrik Baja Hancur Diserang Rusia, Miliarder Ukraina Akan Tuntut Rusia

Jumat, 27 Mei 2022 | 10:20 WIB Sumber: Reuters
Pabrik Baja Hancur Diserang Rusia, Miliarder Ukraina Akan Tuntut Rusia


KONTAN.CO.ID - KYIV. Orang terkaya Ukraina mengatakan, dirinya berencana untuk menuntut Rusia atas kerugian yang dialaminya senilai US$ 17 miliar hingga US$ 20 miliar tau setara dengan Rp 292,2 triliun (kurs Rp 14.600). Kerugian itu dia alami akibat aksi pemboman pabrik baja miliknya di kota Mariupol yang hancur.

Melansir Reuters, pabrik baja Azovstal mengalami kerusakan parah akibat pemboman dan penembakan Rusia setelah pabrik yang luas itu menjadi benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan selatan. 

Pabrik Baja dan Besi Illich, yang juga dimiliki oleh Rinat Akhmetov, juga rusak parah selama penembakan Rusia di Mariupol.

"Kami pasti akan menuntut Rusia dan menuntut kompensasi yang layak untuk semua kerugian dan bisnis yang hilang," Akhmetov, yang memiliki produsen baja terbesar Ukraina Metinvest, mengatakan kepada portal berita Ukraina mrpl.city dalam sebuah wawancara.

Saat ditanya berapa banyak uang yang hilang Metinvest karena kerusakan Azovstal dan Illich, dia berkata: "Biaya penggantian ... karena agresi Rusia adalah dari US$ 17 hingga US$ 20 miliar. Jumlah akhir akan ditentukan dalam gugatan terhadap Rusia."

Baca Juga: Gunakan Meriam Howitzer dari NATO, Ukraina Gempur Pangkalan Militer Rusia

Miliarder Akhmetov telah melihat kerajaan bisnisnya hancur sebelum perang oleh delapan tahun pertempuran di timur Ukraina setelah separatis pro-Rusia mengambil alih petak-petak wilayah di sana.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Metinvest telah mengumumkan tidak dapat memberikan kontrak pasokannya. Sementara Grup SCM keuangan dan industri Akhmetov melayani kewajiban utangnya, produsen listrik swastanya DTEK telah merestrukturisasi portofolio utangnya, katanya.

Akhmetov mengatakan dia tetap di Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. 

"Kami percaya pada negara kami dan percaya pada kemenangan kami," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru