kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Orang Terkaya Asia Gautam Adani Geser Orang Terkaya Eropa di Daftar Miliarder Dunia


Rabu, 31 Agustus 2022 / 04:05 WIB

Sumber: Hindustan Times | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Orang terkaya Asia asal India, Gautam Adani, kini menjadi orang terkaya ketiga di dunia, menurut data terbaru Bloomberg Billionaires. 

Gautam Adani tercatat memiliki kekayaan bersih US$ 137 miliar, taipan bisnis berusia 60 tahun itu membuntuti Elon Musk dan Jeff Bezos dalam daftar miliarder top dunia.

Sementara CEO Telsa Musk memiliki kekayaan bersih US$ 251 miliar, pendiri dan Founder Amazon Jeff Bezos memiliki total kekayaan US$ 153 miliar. 

Melansir Hindustan Times, Selasa (30/8), Gautam Adani telah melampaui miliarder terkaya Eropa asal Prancis Bernard Arnault, salah satu pendiri LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton, yang umumnya dikenal sebagai LVMH, pemimpin dunia dalam mode mewah.

Baca Juga: Kekayaan Melonjak, Gautam Adani Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia

Ini adalah pertama kalinya, menurut laporan Bloomberg, bahwa seorang Asia masuk dalam daftar tiga orang terkaya di dunia. 

Taipan India Mukesh Ambani dan Jack Ma dari grup Alibaba yang berbasis di China, orang kaya Asia lainnya, mereka belum naik setinggi ini.

Gautam Adani adalah salah satu pendiri Grup Adani, yang merupakan operator pelabuhan terbesar di negara ini. 

Grup ini juga dikatakan sebagai pedagang batubara terbesar di negara ini. Pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar.

Baca Juga: Bill Gates Masih Jadi Orang Terkaya ke-5 Dunia Meski Sudah Sumbang Rp 300 Triliun

Pekan lalu, konglomerat besar itu menjadi berita utama dengan pengumuman bahwa perusahaan Adani akan mengakuisisi 29% saham di NDTV, salah satu jaringan berita top India. 

Namun, NDTV mengatakan kesepakatan itu tunduk pada restu regulator pasar SEBI.

Selain itu, unit grup Fitch, CreditSights, baru-baru ini mengatakan bahwa Grup Adani memiliki kelebihan utang dan mungkin terjebak dalam perangkap utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×