kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Operation Bright Star, latihan militer gabungan yang diikuti 21 negara termasuk AS


Jumat, 03 September 2021 / 21:20 WIB

Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Latihan militer gabungan bertajuk Operation Bright Star tahun ini resmi dimulai pada Kamis (2/9). Operation Bright Star diselenggarakan di Mesir dan diikuti 21 negara.

Dilansir dari Arab News, juru bicara militer Mesir Kolonel Arkan Harb Gharib Abdel Hafez memastikan, latihan skala besar ini berlangsung dari 2 hingga 17 September mendatang di Pangkalan Militer Mohamed Naguib.

Operation Bright Star adalah program latihan militer gabungan terbesar di Timur Tengah. Operasi ini pertama kali diadakan pada 1981 oleh Mesir dan Amerika Serikat. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak negara yang ikut serta dan mencapai 21 negara pada tahun ini.

Negara yang ikut serta adalah Mesir, AS, Inggris, UEA, Tunisia, Tanzania, Sudan, Spanyol, Pakistan, Nigeria, Maroko, Bahrain, Siprus, Yunani, Irak, Italia, Yordania, Prancis, Arab Saudi, Kenya, dan Kuwait.

Baca Juga: Mesir Akan Membangun Jalur Kereta Api Cepat Rute Laut Merah-Pantai Mediterania

Latihan yang diadakan dua tahun sekali ini pada awalnya direncanakan berlangsung pada 2020,  tetapi terpaksa ditunda karena pandemi virus corona.

Aspek paling mencolok dalam latihan gabungan ini adalah partisipasi berbagai cabang angkatan laut dan udara, serta infanteri berupa kendaraan lapis baja hingga model peperangan elektronik.

Secara umum, Operation Bright Star merupakan latihan militer multinasional sekaligus multisektor yang sangat kompleks. Banyaknya negara yang ikut serta memungkinkan beragam skenario peperangan untuk diuji coba.

Pada dasarnya program ini bertujuan untuk memudahkan negara-negara pesertanya mengakses persenjataan terbaru dan belajar bagaimana mengatasinya. Banyak negara akan bertukar keahlian di berbagai bidang.

Selanjutnya: Seluruh pasukan AS telah tinggalkan Afghanistan, Taliban rayakan kemerdekaan penuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×