OPEC: Industri Migas Dunia Butuh Investasi Hingga Rp 187 Kuadriliun

Jumat, 25 November 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Vina Elvira
OPEC: Industri Migas Dunia Butuh Investasi Hingga Rp 187 Kuadriliun


KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyatakan sektor minyak dan gas bumi (migas) global membutuhkan dana hingga triliunan dolar Amerika Serikat untuk investasi jangka panjang. 

Hal ini disampaikan oleh Senior Upstream Oil Industry Analyst OPEC, Mohammad A. Al Kazimi dalam dalam 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG), di Bali Nusa Dua Convention Center pada Kamis (24/11).

"Menatap tahun 2045, proyeksi kami menunjukkan bahwa investasi lebih dari US$12 triliun (Rp 187,65 kuadriliun (kurs Rp 15.638 per dolar AS) akan dibutuhkan di hulu, tengah, dan hilir," ujar Al Kazimi. 

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Naik 1%, WTI Kembali ke US$ 80 Per Barel

Dalam paparannya disebutkan dari total US$ 12 triliun yang dibutuhkan, US$ 9,5 triliun di antaranya diperuntukkan untuk sektor hulu, US$ 1,6 triliun di sektor hilir, dan US$ 1 triliun sisanya untuk jangka menengah. Adapun, Amerika Utara diperkirakan bakal mewakili sebagian besar investasi di sektor hulu. 

Sektor migas ini memang membutuhkan nilai investasi yang tak sedikit. Namun demikian, apabila didanai dengan baik, sektor migas bakal memberikan banyak manfaat nyata bagi ekonomi global. Karena selain memasok sumber daya energi yang sangat diperlukan untuk kehidupan, industri ini juga mampu menyediakan banyak pekerjaan dengan gaji dan keterampilan tinggi serta stabil. 

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan hal serupa, terkait kebutuhan investasi untuk industri migas Tanah Air. Dalam sambutannya dia menyebutkan industri hulu migas Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$179 miliar demi membuka potensi migas Indonesia di masa mendatang.

Baca Juga: Harga Minyak Pangkas Koreksi Tajam Usai Arab Saudi Menyangkal Laporan Produksi OPEC+

"Investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari pelaku domestik dan internasional diperlukan untuk “membuka” potensi migas kita. Menyadari hal tersebut, pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk bekerja sama dengan para kontraktor," ungkap Dwi, dalam acara yang sama, kemarin. 

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, Indonesia diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 dunia pada tahun 2030. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia membutuhkan lebih banyak energi. Dengan demikian, energi terbarukan bakal memainkan peran penting di masa depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru