kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.111   78,92   0,98%
  • KOMPAS100 1.143   10,84   0,96%
  • LQ45 827   6,33   0,77%
  • ISSI 287   3,73   1,31%
  • IDX30 430   3,34   0,78%
  • IDXHIDIV20 517   4,12   0,80%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,54   1,10%
  • IDXQ30 140   1,11   0,80%

November 2020, utang luar negeri (ULN) swasta tercatat US$ 210,6 miliar


Senin, 18 Januari 2021 / 08:15 WIB
November 2020, utang luar negeri (ULN) swasta tercatat US$ 210,6 miliar

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri (ULN) swasta menurun tipis pada bulan November 2020.

Pada periode tersebut, ULN swasta tercatat sebesar US$ 210,6 miliar atau tumbuh 5,2% yoy. Menurun dari posisi bulan Oktober 2020 yang sebesar US$ 210,73 miliar atau tumbuh 6,4% yoy.

“Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dari 8,3% yoy menjadi sebesar 7,2% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya dikutip Minggu (17/1).

Selain itu, posisi ULN swasta pada bulan laporan juga dipengaruhi oleh ULN lembaga keuangan (LK) yang mencatat kontraksi minus 1,4% yoy.

Baca Juga: Utang luar negeri (ULN) pemerintah naik jadi US$ 203,7 miliar pada November 2020

Berdasarkan sektornya, ULN swasta tersebut sebagian besar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian dengan pangsa 77,0% dari total ULN swasta.

Dengan perkembangan tersebut, ini membuat posisi ULN pemerintah Indonesia di akhir November 2020 sebesar US$ 416,6 miliar atau tumbuh 3,9% yoy. Posisi ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 413,35 miliar atau tumbuh 3,3% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×