Ekonomi

Nilai bisnis layanan data center diproyeksikan bisa sampai US$ 4 miliar di tahun 2026

Jumat, 11 Juni 2021 | 04:45 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Nilai bisnis layanan data center diproyeksikan bisa sampai US$ 4 miliar di tahun 2026


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menilai saat ini percepatan pertumbuhan ekosistem digital semakin meningkat signifikan. 

Hal ini lantaran adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat melakukan percepatan adopsi digital diberbagai bidang mulai dari bidang dari pembayaran, jual beli hingga layanan pendidikan. Dengan demikian, ia pun memproyeksikan nilai bisnis data center di tahun 2026 akan mencapai US$ 3,3 miliar sampai US$ 4 miliar. 

“Grup usaha besar melihat ini sebagai sebuah peluang bisnis yang cerah. Bahkan arahan untuk integrasi ekosistem usaha makin  terlihat dari investasi di startup, masuk ke bisnis jasa pembayaran digital sekaligus bermain di layanan data center-nya,” ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (10/6). 

Ia mengatakan, layanan data center juga dapat ditawarkan layanannya ke bisnis pesaing di dalam maupun luar negeri. Bahkan dalam Pemerintahan juga turut membutuhkan data center untuk menyimpan data administrasi kependudukan hingga administrasi terkecil di level pemda. “Ini yang membuat bisnis data center menarik,” tambahnya. 

Baca Juga: Pengamat menilai bisnis digital akan mendorong permintaan layanan data center

Dengan demikian, pesaing pun akan semakin ketat lantaran adanya gap antara kebutuhan dan ketersediaan data center masih lebar. “Disinilah letak first mover advantage nya. Kalau pemain lokal tidak bersiap maka pemain asing akan agresif menyasar infrastruktur digital termasuk data center,” tutup dia. 

Sebagai informasi, belum lama ini Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Anthoni Salim telah membeli saham salah satu emiten data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Mengutip keterbukaan informasi, Anthoni telah mencaplok 192,74 juta saham emiten yang bergerak di bidang usaha teknologi itu. 

Jumlah tersebut setara dengan 8,09% total modal disetor DCII. Adapun harga beli saham DCII dipatok di Rp 5.277 per saham. Dengan demikian, Anthoni menggelontorkan dana hingga Rp 1,02 triliun untuk transaksi tersebut. 

Tak hanya itu, PT Telkom Indonesia juga menyatakan untuk mewujudkan komitmen menjadi digital telecommunication company, Telkom siap menghadirkan Hyperscale Data Center (HDC). 

Selanjutnya: Kenaikan Tarif PPN Bisa Menjadi Pukulan Ganda Perekonomian Indonesia

 

Editor: Handoyo .
Terbaru