kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Neraca Transaksi Berjalan RI Diprediksi Tetap Surplus


Sabtu, 25 Juni 2022 / 05:20 WIB
Neraca Transaksi Berjalan RI Diprediksi Tetap Surplus

Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2022 diperkirakan masih akan mencetak surplus. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, surplus neraca transaksi berjalan ini seiring dengan berlanjutnya surplus neraca perdagangan.

“Seiring kinerja ekspor pada sebagian besar komoditas utama yang tetap kuat, di tengah peningkatan defisit neraca jasa karena meningkatnya jasa transportasi perjalanan ke luar negeri,” tutur Perry dalam pembacaan hasil rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (23/6).

Meski begitu, Perry memperkirakan, neraca transaksi berjalan akan membukukan defisit kecil di 2022. Menurut perkiraannya, defisit transaksi berjalan akan berada di kisaran 0,5% produk domestik bruto (PDB) hingga 1,3% PDB.

Baca Juga: Ini Dampak Kebijakan BI yang Tetap Mengambil Langkah Berbeda dari Bank Sentral Lain

Ini berbalik dari posisi pada tahun 2021. Pasalnya, pada tahun lalu, pos transaksi berjalan berhasil mencatat surplus US$ 3,3 miliar atau setara 0,3% PDB, yang ditopang karena surplus neraca perdagangan di tengah peningkatan harga komoditas.

Walau kembali defisit, Perry masih yakin, current account deficit (CAD) ini masih sempit dan bisa menjaga kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI), yang juga didukung oleh kinerja neracara transaki modal dan finansial yang dieprkirakan tetap surplus kecil.

“Ini seiring dengan penanaman modal asing (PMA) yang tetap kuat, sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang terjaga,” kata Perry.

Baca Juga: BI Sudah Borong SBN di Pasar Perdana Rp 32,54 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×