kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Neraca Transaksi Berjalan RI Diprediksi Tetap Surplus


Sabtu, 25 Juni 2022 / 05:20 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2022 diperkirakan masih akan mencetak surplus. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, surplus neraca transaksi berjalan ini seiring dengan berlanjutnya surplus neraca perdagangan.

“Seiring kinerja ekspor pada sebagian besar komoditas utama yang tetap kuat, di tengah peningkatan defisit neraca jasa karena meningkatnya jasa transportasi perjalanan ke luar negeri,” tutur Perry dalam pembacaan hasil rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (23/6).

Meski begitu, Perry memperkirakan, neraca transaksi berjalan akan membukukan defisit kecil di 2022. Menurut perkiraannya, defisit transaksi berjalan akan berada di kisaran 0,5% produk domestik bruto (PDB) hingga 1,3% PDB.

Baca Juga: Ini Dampak Kebijakan BI yang Tetap Mengambil Langkah Berbeda dari Bank Sentral Lain

Ini berbalik dari posisi pada tahun 2021. Pasalnya, pada tahun lalu, pos transaksi berjalan berhasil mencatat surplus US$ 3,3 miliar atau setara 0,3% PDB, yang ditopang karena surplus neraca perdagangan di tengah peningkatan harga komoditas.

Walau kembali defisit, Perry masih yakin, current account deficit (CAD) ini masih sempit dan bisa menjaga kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI), yang juga didukung oleh kinerja neracara transaki modal dan finansial yang dieprkirakan tetap surplus kecil.

“Ini seiring dengan penanaman modal asing (PMA) yang tetap kuat, sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang terjaga,” kata Perry.

Baca Juga: BI Sudah Borong SBN di Pasar Perdana Rp 32,54 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×