Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tercatat hanya meningkat tipis sebesar 0,9% dibandingkan rerata normal. Angka ini menunjukkan perubahan pola mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Ketua Satgas Nataru 2025/2026 sekaligus Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa secara umum penyaluran BBM selama periode Nataru berlangsung aman dan lancar. Ketersediaan stok BBM nasional terjaga dengan rata-rata coverage day sekitar 21 hari.
Berdasarkan data BPH Migas, selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran gasoline naik 0,9%. Sementara itu, penyaluran gasoil turun 3,4%, kerosin turun 6,2%, dan avtur justru meningkat signifikan sebesar 5,5%.
Erika menjelaskan, kenaikan avtur yang cukup tinggi mencerminkan lonjakan mobilitas masyarakat di sektor penerbangan. Sebaliknya, konsumsi gasoline relatif terbatas karena banyak masyarakat memilih menggunakan transportasi umum, seperti kereta api dan bus, serta meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
“Mengenai kenapa kenaikan gasoline hanya 0,9%, perkiraannya karena banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Kenaikan avtur cukup tinggi, mencapai 5,5%, dan kereta api juga dipenuhi penumpang. Untuk bus-bus yang digunakan masyarakat, bahan bakarnya solar,” ujar Erika di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Insentif Impor Dihentikan, Apakah Harga Mobil Listrik BYD Januari 2026 Naik?
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024, konsumsi gasoline sebenarnya tumbuh sekitar 1,9%. Namun, dibandingkan dengan rerata konsumsi normal sebelum Nataru, yakni Oktober–November 2025, kenaikannya hanya 0,9%.
“Kalau dibandingkan dengan Desember tahun lalu, kenaikannya cukup lumayan, sekitar 2%,” kata Mars Ega.
Selain BBM, penyaluran LPG selama Nataru 2025/2026 juga dalam kondisi aman. Tercatat sebanyak 40 terminal LPG, 736 SPBBE, dan 6.634 agen LPG siaga melayani kebutuhan masyarakat. Rata-rata penyaluran LPG meningkat 10,6% dibandingkan penjualan normal.
Di sektor gas bumi, pasokan dinyatakan tetap aman meskipun terdapat tantangan akibat kerusakan fasilitas dan kebocoran pipa di Sumatera Utara. Penyaluran niaga gas meningkat 4,3% dibandingkan Nataru 2024, dengan perbaikan fasilitas ditargetkan selesai pada 7 Januari 2026.
Sementara itu, kondisi ketenagalistrikan nasional selama periode Nataru juga terpantau aman. Daya mampu pasok tertinggi tercatat pada 15 Desember 2025, sedangkan beban puncak terjadi pada 17 Desember 2025.
Tonton: Trump Gemar Intervensi Negara Lain, Ini Dia Jejaknya
Di luar sektor energi, pemerintah juga mencermati potensi risiko kebencanaan geologi. Selama periode posko Nataru, tercatat satu gunung api berstatus awas, dua gunung api berstatus siaga, serta 24 gunung api waspada. Selain itu, terjadi 82 gerakan tanah di 17 provinsi dan 10 gempa bumi bermagnitudo di atas 5, termasuk gempa merusak di Agam pada 28 Desember 2025.
Kesimpulan
Konsumsi bensin selama periode Nataru 2025/2026 hanya meningkat tipis karena perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin bergeser ke transportasi umum dan penerbangan, tercermin dari lonjakan konsumsi avtur yang signifikan. Di tengah kenaikan terbatas gasoline, pemerintah memastikan pasokan energi, mulai dari BBM, LPG, gas bumi, hingga listrik, berada dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga kebutuhan masyarakat selama libur akhir tahun dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
Selanjutnya: Prospek INDF dan ICBP Tersulut Pelemahan Harga Bahan Baku
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













