Muncul varian Delta, Norwegia batal cabut lockdown untuk kedua kalinya

Kamis, 29 Juli 2021 | 20:10 WIB Sumber: Reuters
Muncul varian Delta, Norwegia batal cabut lockdown untuk kedua kalinya

KONTAN.CO.ID - OSLO. Norwegia terpaksa menunda pencabutan aturan lockdown pada Rabu (28/7). Ini merupakan penundaan yang kedua kalinya tahun ini.

Kemunculan varian Delta membuat Norwegia harus memutar otak lebih keras sambil terus melakukan pembatasan di berbagai sektor. Itu berarti, penguncian masih berlaku.

Dilansir dari Reuters, Menteri Kesehatan Norwegia Bent Hoeie dalam konferensi persnya Rabu menyatakan, hasil penilaian baru akan dilakukan pada pertengahan Agustus nanti.

Sampai saat itu tiba, warga diminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, seperti pembatasan pengunjung bar dan restoran serta pertemuan di rumah pribadi yang hanya boleh dihadiri maksimal 20 orang saja.

Pada April lalu, Pemerintah Norwegia telah meluncurkan rencana berisi empat langkah utama untuk menghapus pembatasan sosial. Hingga pertengahan Juni lalu, Norwegia telah berhasil melaksanakan tiga langkah pertama. 

Baca Juga: Warga UE dan AS yang sudah divaksinasi penuh bebas masuk ke Inggris tanpa karantina

Perdana Menteri Erna Solberg pada 5 Juli lalu mengumumkan, langkah keempat bisa dilakukan pada akhir Juli atau paling cepat awal Agustus karena kekhawatiran tentang virus corona varian Delta.

Tingkat vaksinasi di Norwegia sebenarnya sudah cukup tinggi. Laporan Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia menunjukkan, sekitar 80% orang dewasa sudah menerima dosis pertama dan 41% di antaranya telah divaksinasi penuh.

Negara Eropa tersebut sempat cukup terbebas dari Covid-19 berkat langkah penguncian awal pada Maret 2020, disusul berbagai pembatasan ketat.

Norwegia, dengan populasi 5,4 juta jiwa, adalah salah satu negara Eropa dengan tingkat kematian terendah, 800 kematian saja dalam satu tahun terakhir.

Selanjutnya: Italia: 99% Kematian Covid-19 adalah orang yang tidak mendapat vaksinasi penuh

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru