Global

Moderna yakin vaksin buatannya mampu melawan varian virus corona baru

Selasa, 26 Januari 2021 | 11:10 WIB Sumber: Reuters
Moderna yakin vaksin buatannya mampu melawan varian virus corona baru

ILUSTRASI. Kotak-kotak berisi vaksin COVID-19 Moderna siap untuk dikirim di pusat distribusi McKesson di Olive Branch, Mississippi, Amerika Serikat, Minggu (20/12/2020).

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan farmasi Moderna pada hari Senin (25/1) kembali mengungkapkan keyakinannya bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka masih mampu bekerja dengan baik untuk melawan varian virus baru yang muncul di Inggris dan Afrika Selatan.

Melalui rilis persnya, Moderna mengatakan mereka tidak menemukan pengurangan dalam respon antibodi terhadap varian yang ditemukan di Inggris. Sementara untuk varian Afrika Selatan, mereka menemukan respons yang berkurang tetapi masih yakin rejimen dua dosisnya akan memberikan perlindungan.

Dilansir dari Reuters, saat ini Moderna sedang melihat lebih lanjut mengenai respon vaksin yang mereka buat. Jika nantinya ada perubahan reaksi, terutama pada varian Afrika Selatan, mereka akan segera menyiapkan formula baru yang lebih kuat untuk disediakan di masa depan.

"Sementara strain yang ada saat ini terlindungi dengan baik oleh vaksin kami, penting bagi kami untuk tetap waspada dan mengembangkan alat potensial serta menyiapkan tindakan pencegahan untuk terus mengalahkan pandemi," tulis Moderna seperti dikutip oleh Reuters.

Melihat perkembangan virus ke depannya, Moderna berharap vaksin mereka bisa terus bisa memberikan perlindungan setidaknya selama satu tahun.

Baca Juga: WHO: Sulit mencapai herd immunity Covid-19 dalam waktu dekat

Analis dari Jefferies, Michael Yee juga mengatakan dalam catatan penelitiannya bahwa respons antibodi vaksin Moderna terhadap varian Afrika Selatan masih di atas level yang memberikan perlindungan.

Yee juga mengatakan kecepatan Moderna dalam merancang kandidat suntikan penguat baru adalah bukti fleksibilitas teknologi mRNA baru yang menjadi dasarnya.

Tidak hanya Moderna, Pfizer Inc dan BioNTech SE juga mengatakan vaksin mereka efektif terhadap varian yang ditemukan di Inggris, tetapi belum mengungkapkan hasil terhadap varian Afrika Selatan.

Varian baru yang pertama kali ditemukan di Inggris telah menyebabkan lonjakan yang sangat besar pada jumlah kasus infeksi di Inggris. Kasus dengan varian baru ini juga ditemukan di lebih dari selusin negara bagian AS. 

Sejauh ini varian virus corona baru memang belum terbukti lebih mematikan, namun data menunjukkan varian ini lebih cepat menyebar. Jika gagal diatasi, lonjakan pasien yang tinggi dalam waktu yang cepat bisa menyebabkan rumah sakit kewalahan, bukan hanya di Inggris, tapi juga negara lain di sekitarnya.

Selanjutnya: Pfizer mengurangi pasokan vaksin Covid-19 di Kanada & Eropa karena masalah produksi

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru