Ekonomi

Modalku hadir memberikan layanan permodalan bagi UMKM Thailand

Rabu, 10 Februari 2021 | 10:10 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Modalku hadir memberikan layanan permodalan bagi UMKM Thailand

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending Modalku semakin ekspansi di kawasan Asia Tenggara. Kini Modalku hadir memberikan layanan permodalan bagi UMKM Thailand.

Sama halnya dengan Singapura dan Malaysia, Modalku juga masuk ke Thailand sebagai Funding Societies. Ekspansi ke negeri gajah putih itu ditandai dengan oleh penerimaan lisensi crowdfunding pinjaman oleh Securities and Exchange Commission (SEC), badan regulator keuangan Thailand.

Dengan izin tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan startup Thailand dapat menggunakan layanan Funding Societies Thailand. Guna mendapatkan pinjaman usaha, baik dari pendana individu maupun institusi.

Funding Societies Thailand berkomitmen untuk menyediakan akses terhadap modal usaha bagi para pelaku usaha serta alternatif investasi yang menarik bagi para pendana. Apalagi lebih dari 50% dari 3 juta UMKM di Thailand terhambat oleh sulitnya memperoleh pinjaman usaha, khususnya pinjaman modal usaha jangka pendek. Institusi keuangan konvensional lebih fokus ke pinjaman jangka panjang atau pinjaman dengan agunan.

“UMKM berkontribusi terhadap 40% dari PDB Thailand, tetapi segmen ini menghadapi banyak tantangan saat berusaha mengakses pinjaman dari institusi konvensional, mulai dari kurangnya aset untuk jaminan, persyaratan dokumen yang sulit, serta proses persetujuan yang panjang. Dengan teknologi, Funding Societies menawarkan UMKM cara baru untuk mendapatkan pinjaman usaha yang cepat, terjangkau, dan simple,” ujar Varun Bhandari, Country Head Funding Societies Thailand, dalam keterangan tertulis pada Selasa (9/2).

Baca Juga: Fintech Semakin Gencar Ekspansi ke Asia Tenggara

Di sisi lain, pendana di Thailand memperoleh kesempatan untuk memperluas instrumen alternatif investasi yang mereka miliki serta menghasilkan tingkat bunga yang menarik sambil memberdayakan usaha lokal. Di Thailand, Funding Societies akan menyediakan berbagai opsi pinjaman tanpa persyaratan agunan untuk membantu UMKM melakukan ekspansi bisnis, memperoleh modal usaha, atau membiayai proyek.

Lewat teknologi perusahaan, UMKM dapat mengisi formulir aplikasi online yang simpel, mengirimkan beberapa dokumen, lalu menerima persetujuan pinjaman dalam 3 hari kerja. Grup Modalku juga telah mengadakan kerja sama regional dengan Lazada, Zilingo, dan Bank CIMB agar dapat turut melayani UMKM dalam ekosistem mereka.

Pendana di Thailand pun akan dapat masuk ke platform crowdfunding Funding Societies untuk mengakses kesempatan mendanai berbagai pinjaman usaha. Melalui aktivitas pendanaan, pendana mendapatkan diversifikasi alternatif investasi yang menarik.

Di tengah pandemi covid-19, manajemen risiko Grup Modalku yang kuat telah mempertahankan tingkat default pinjaman di bawah 2%. Dengan lisensi crowdfunding dari SEC, Grup Modalku dapat membawa platformnya ke Thailand untuk turut memberdayakan UKM dan pendana lokal.

“Harapan kami dengan semakin luasnya jangkauan Grup Modalku di Asia Tenggara, khususnya Thailand, kami bisa mendukung lebih banyak UMKM berpotensi untuk mengembangkan bisnisnya. Komitmen kami untuk memberikan fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan UMKM juga ditunjukkan dengan menjadi salah satu penyelenggara P2P lending yang memiliki izin di 4 negara Asia Tenggara. Melalui kolaborasi antar negara, Grup Modalku akan terus berinovasi untuk menjadi platform fintech terpilih bagi seluruh stakeholder kami,” tambah Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku.

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pendana platform melalui pasar digital. Sampai saat ini, Grup Modalku telah menyalurkan pinjaman usaha sekitar Rp 21,8 triliun kepada lebih dari 3,7 juta transaksi pinjaman.

Selanjutnya: Sejumlah perusahaan fintech memperluas jaringan bisnisnya hingga ke luar negeri

 

Editor: Handoyo .


Terbaru