kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mobilitas Masyarakat Meningkat, Transaksi Kartu Flazz BCA Ikut Naik


Selasa, 18 Oktober 2022 / 08:45 WIB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mencatatkan kenaikan transaksi uang elektronik berbasis kartu seiring dengan mobilitas masyarakat yang sudah berjalan normal. Kenaikan transaksi paling tinggi terjadi pada pembayaran transportasi dan layanan parkir. 

Hera F Haryn, EVP Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA mengatakan, transaksi kartu Flazz hingga September 2022 telah mencapai lebih dari 520 juta kali transaksi dengan nominal di atas Rp 5 triliun.  

"Itu meningkat 51% secara tahunan (year on year/YoY). Adapun kenaikan transaksi Flazz BCA paling tinggi antara lain untuk pembayaran transportasi dan parkir," kata Hera pada Kontan.co.id, Senin (17/10).

Baca Juga: Transaksi Kartu e-Money Bank Mandiri Sudah Lampaui Kondisi Sebelum Pandemi

Adapun jumlah kartu Flazz yang beredar di masyrakat hingga September 2022 sudah mencapai 24,3 juta kartu atau telah meningkat 23% secara YoY. 

Untuk semakin meningkatkan transaksi kartu Flazz, BCA menawarkan kemudahan bertransaksi dan top up Flazz melalui BCA mobile, menambah variasi design Flazz, menambah partnership penjualan dan atau co-branding Flazz serta memperluas acceptance Flazz, sehingga penggunaan kartu-kartu yang beredar dapat semakin optimal. 

"Kami berharap nasabah setia dapat memanfaatkan Flazz sebagai salah satu alat pembayaran untuk mendukung gerakan nontunai dan cashless society," pungkas Hera. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×