kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

MNC Energy (IATA) Segera Memulai Produksi Tambang Batubara Arthaco Prima


Sabtu, 06 Mei 2023 / 12:47 WIB
MNC Energy (IATA) Segera Memulai Produksi Tambang Batubara Arthaco Prima
ILUSTRASI. MNC Energy pekerja menunjukan bongkahan batubara,

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) bakal berencana memulai kegiatan produksi  PT Arthaco Prima Energy (APE) dalam waktu dekat. Rencana tersebut dalam rangka mendukung target IATA dalam mengejar angka produksi 7 juta metrik ton (MT) tahun 2023.

Menurut Head of Investor Relations IATA Natassha Yunita, persiapan untuk memulai produksi APE tengah berlangsung saat ini. Salah satu yang dilakukan di antaranya ialah pembuatan hauling road.

“Kemungkinan (kegiatan produksi APE dimulai) di semester 2,” kata Natasha saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (5/5).

Belum ketahuan berapa potensi tambahan produksi yang bisa IATA dapat dari pengoperasian APE. “Saya belum bisa disclose. Tapi APE tambang besar sih,” kata Natasha.

Target produksi 7 juta MT melampaui angka produksi IATA di tahun lalu. Jika diperbandingkan, jumlah tersebut meningkat lebih dari 65% dari realisasi tahun 2022.

Baca Juga: Kejar Target Produksi Batubara 7 Juta Ton Tahun Ini, IATA Genjot Tambang Arthaco

Di tiga bulan pertama 2023, IATA telah memproduksi 953,1 ribu MT batu bara, naik 11,5% YoY atau bertambah hampir 100 ribu MT dibandingkan produksi kuartal I 2022.

Dari sisi penjualan, IATA telah memasarkan sebanyak 1,1 juta MT batu bara pada kuartal pertama 2023. Jumlah tersebut naik 35,3% YoY dibanding realisasi kuartal pertama 2022 yang berjumlah 823,5 ribu MT.

Seturut kenaikan volume, pendapatan usaha IATA naik 29,29 YoY dari semula US$ 40,39 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 52,23 juta di kuartal I 2023. Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut juga diiringi oleh kenaikan pengeluaran pada sejumlah pos beban.

Beban langsung, misalnya. Laporan keuangan interim menunjukkan, beban langsung IATA naik 60,99 YoY dari semula US$ 11,06 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 17,81 juta di kuartal I 2023.

Kenaikan pengeluaran juga dijumpai misalnya pada beban penjualan yang naik 157,71% YoY dari semula US$ 4,73 juta di kuartal I 2022 menjadi US$ 12,21 juta di kuartal I 2023.

Setelah dikurangi pengeluaran pada berbagai pos beban, IATA mengantongi laba tahun berjalan setelah dampak performa yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 15,80 juta di kuartal I 2023. Jumlah tersebut susut 3,53% dibanding realisasi kuartal I 2022 yang mencapai US$ 16,38 juta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×