kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.635   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.673   52,99   0,80%
  • KOMPAS100 874   7,99   0,92%
  • LQ45 663   6,20   0,94%
  • ISSI 233   1,76   0,76%
  • IDX30 370   3,28   0,89%
  • IDXHIDIV20 457   2,63   0,58%
  • IDX80 100   0,91   0,92%
  • IDXV30 127   0,56   0,44%
  • IDXQ30 118   0,76   0,64%

Minta Semua Negara Tetap Waspada, WHO Awasi dengan Cermat Omicron BA.2


Rabu, 23 Februari 2022 / 23:00 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bakal terus mengawasi dengan cermat garis keturunan BA.2 dari varian Omicron dan meminta negara-negara untuk tetap waspada.

Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus SARS-CoV-2 (TAG-VE), Selasa (22/2), bertemu untuk membahas bukti terbaru tentang varian Omicron, termasuk garis keturunan BA.1 dan BA.2.

"TAG-VE menekankan, BA.2 harus terus dipantau sebagai subgaris yang berbeda dari Omicron oleh otoritas kesehatan masyarakat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang Kontan.co.id terima, Rabu (23/2).

Omicron terdiri dari beberapa garis keturunan. Menurut WHO, yang paling umum adalah BA.1, BA.1.1 atau Nextstrain clade 21K, dan BA.2 atawa Nextstrain clade 21L. 

Baca Juga: 80 Balita Meninggal Akibat Covid, Ini Gejala Omicron pada Anak Menurut Ikatan Dokter

Pada tingkat global, WHO mengungkapkan, proporsi sequences yang dilaporkan ke GISAID menunjukkan, BA.2 telah meningkat dibanding BA.1 dalam beberapa minggu terakhir. 

Lembaga di bawah naungan PBB itu menjelaskan, BA.2 berbeda dari BA.1 dalam urutan genetik, termasuk beberapa perbedaan asam amino dalam protein spike dan protein lainnya.

Penelitian menunjukkan, BA.2 memiliki keunggulan penularan dibandingkan dengan BA.1. Studi lain sedang berlangsung untuk memahami alasan keunggulan penularan BA.2. 

Baca Juga: 2.484 Pasien Meninggal di Masa Omicron, Mayoritas Tanpa Komorbid dan Banyak Balita

Tetapi, data awal memperlihatkan, BA.2 secara inheren lebih menular dari BA.1 yang saat ini tetap menjadi sublineage Omicron paling umum yang dilaporkan.

TAG-VE juga melihat data awal uji coba laboratorium dari Jepang yang menggunakan model hewan tanpa kekebalan terhadap SARS-CoV-2 yang menyoroti BA.2 bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah pada hamster dibanding BA.1. 

TAG-VE juga mempertimbangkan data tentang tingkat keparahan klinis dari Afrika Selatan, Inggris, dan Denmark yang menunjukkan, tidak ada perbedaan tingkat keparahan antara BA.2 dan BA.1 .

"WHO akan terus memantau dengan cermat garis keturunan BA.2 sebagai bagian dari Omicron dan meminta negara-negara untuk terus waspada," sebut WHO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×