Militer Ukraina Kian Jauh ke Timur, Separatis Mendesak Referendum

Rabu, 21 September 2022 | 04:30 WIB Sumber: Reuters
Militer Ukraina Kian Jauh ke Timur, Separatis Mendesak Referendum


KONTAN.CO.ID -  IZIUM. Ukraina mengatakan pasukannya telah menguasai wilayah lebih jauh ke timur yang baru-baru ini ditinggalkan pasukan Rusia. Penguasaan ini membuka jalan bagi kemungkinan pasukan Ukraina melakukan serangan di wilayah Donbas yang diduduki Moskow saat Kyiv mencari lebih banyak senjata dari negara-negara barat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy dalam pidataonya yang disiarkan televisi pada Senin malam mengatakan bahwa para penjajah (Rusia) tengah panik dan menambahkan pasukan Ukraina sekarang fokus pada kecepatan untuk membebaskan daerah-daerah lainnya.

"Kecepatan pasukan kami bergerak. Kecepatan dalam memulihkan kehidupan normal," kata Zelenskiy.

Pemimpin Ukraina itu juga mengisyaratkan dia akan menggunakan pidato video ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu untuk meminta negara-negara mempercepat pengiriman senjata dan bantuan.

Baca Juga: TV Pemerintah Rusia Beritahu Putin Siapkan Rencana Serangan Nuklir ke NATO

"Kami melakukan segalanya untuk memastikan kebutuhan Ukraina terpenuhi di semua tingkatan - pertahanan, keuangan, ekonomi, diplomatik," kata Zelenskiy.

Angkatan bersenjata Ukraina telah mendapatkan kembali kendali penuh atas desa Bilohorivka, dan bersiap untuk merebut kembali semua provinsi Luhansk dari penjajah Rusia, kata Gubernur provinsi Serhiy Gaidai. 

Desa ini hanya berjarak 10 km (6 mil) barat kota Lysychansk, yang jatuh ke tangan Rusia setelah berminggu-minggu pertempuran sengit di bulan Juli.

"Akan ada pertempuran untuk setiap sentimeter," tulis Gaidai di Telegram. 

"Musuh sedang mempersiapkan pertahanan mereka. Jadi kita tidak akan begitu saja masuk."

Baca Juga: Rusia Terkejut, Militer Ukraina Berhasil Mengambil Alih Beberapa Kota

Luhansk dan provinsi tetangga Donetsk terdiri dari kawasan industri timur Donbas, yang menurut Moskow akan direbut sebagai tujuan utama dari apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina.

Pasukan Ukraina mulai menyerbu ke Luhansk sejak mengusir pasukan Rusia keluar dari provinsi Kharkiv timur laut dalam serangan balasan kilat bulan ini.

Sebagai tanda kegugupan dari pemerintahan yang didukung Moskow di Donbas tentang keberhasilan serangan Ukraina baru-baru ini, pemimpinnya menyerukan referendum mendesak agar wilayah itu menjadi bagian dari Rusia.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru