kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Militer AS Fokus Tenggelamkan Kapal China Jika Terjadi Perang di Taiwan


Jumat, 10 Maret 2023 / 12:21 WIB
Militer AS Fokus Tenggelamkan Kapal China Jika Terjadi Perang di Taiwan
ILUSTRASI. Jenderal AS mengatakan, militer AS harus fokus menenggelamkan kapal-kapal China jika terjadi perang di Taiwan. REUTERS/Tingshu Wang

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Menurut komandan Angkatan Udara Pasifik Amerika Serikat Kenneth Wilsbach, militer AS harus fokus menenggelamkan kapal-kapal China jika terjadi perang di Taiwan.

Melansir Military.com, itulah salah satu pelajaran yang diambil Jenderal Kenneth Wilsbach dari hiruk pikuk aktivitas militer yang mengiringi kunjungan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi ke pulau itu pada Agustus 2022.

"Anda lihat ketika Pelosi pergi ke Taiwan, apa yang (China) lakukan dengan kapal mereka," kata Wilsbach kepada wartawan di Simposium Peperangan Asosiasi Angkatan Udara & Luar Angkasa di Aurora, Colorado, Rabu. 

Dia menambahkan, "Mereka menempatkannya di sisi timur Taiwan, sisi yang berseberangan dengan China, sebagai semacam blokade."

Rudal permukaan-ke-udara di atas kapal akan memberi militer China kemampuan untuk menciptakan apa yang disebut Wilsbach sebagai "zona keterlibatan anti-akses/penolakan area". Itu adalah zona di mana musuh-musuhnya mungkin tidak ingin terbang karena risiko terkena serangan ditembak jatuh.

Baca Juga: China Minta Klarifikasi AS Soal Rencana Kunjungan Presiden Taiwan

"Saat para pejabat AS terus memprioritaskan pencegahan China untuk mencoba menginvasi Taiwan, kami akan mendorong China untuk tidak berusaha merebut pulau itu dengan paksa. Pertanyaannya tetap apa yang harus dilakukan jika pencegahan tidak berhasil?" kata Wilsbach.

Lantas, apa langkah pertama yang dilakukan jika China menyerang Taiwan?

"Kita harus menenggelamkan kapal," kata Wilsbach. “Menenggelamkan kapal adalah tujuan utama tidak hanya PACAF [Angkatan Udara Pasifik] tetapi siapa pun yang akan terlibat dalam konflik seperti ini.”

Untuk mempersiapkan potensi konflik di kawasan itu, Wilsbach mengatakan AS dan militer mitra internasionalnya merencanakan dan berlatih lebih banyak bersama.

Tahun lalu telah terjadi peningkatan permusuhan antara AS dan China, dengan puncaknya adalah kasus balon mata-mata yang melintasi Amerika Utara sebelum ditembak jatuh di lepas pantai Atlantik Carolina Selatan.

Pada Desember 2022, seorang pasukan militer China mencegat pesawat pengintai RC-135 AS dengan mendekati pesawat AS dengan sangat berbahaya.

Baca Juga: Pelajari Perang di Ukraina, Ahli Militer China Khawatir Tentang Rudal AS dan Starlink



TERBARU

×