kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45981,95   -5,95   -0.60%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Midi Utama (MIDI) Optimistis dengan Prospek Bisnis hingga Akhir Tahun Nanti


Rabu, 06 September 2023 / 05:10 WIB
Midi Utama (MIDI) Optimistis dengan Prospek Bisnis hingga Akhir Tahun Nanti

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola gerai modern Alfamidi dan Lawson, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) optimistis dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan di semester II 2023.

"Terkait proyeksi kinerja pendapatan dan laba bersih, Perseroan akan berusaha mempertahankan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih double digit seperti pada semester I tahun 2023," ujar Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po kepada Kontan, belum lama ini. 

Sebagai informasi saja, pada semester I 2023, perseroan membukukan pendapatan Rp 8,65 triliun pada paruh pertama tahun ini.  Pendapatan itu naik 12,92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,66 triliun. MIDI membukukan laba usaha Rp 391,92 miliar, naik 25,06% dibandingkan semester I 2022 sebesar Rp 313,4 miliar. 

Lebih lanjut, hingga Juni 2023 MIDI tercatat telah memiliki 27 gerai Alfamidi baru dan 250 gerai Lawson baru. Suantopo memastikan bahwa ini semua masih sejalan dengan target yang dipasang di awal tahun. Tahun 2023 ini, MIDI membidik pembangunan 200 gerai baru Alfamidi dan 500 gerai baru Lawson.

Baca Juga: Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) Incar Pertumbuhan Pendapatan dan EBITDA 11% Tahun Ini

"Ekspansi tahun ini lebih masif terutama untuk Lawson karena pandemi telah berlalu, mobilitas masyarakat telah kembali normal dan perekonomian Indonesia juga relatif stabil sehingga Perseroan menilai ini merupakan momentum yang tepat terutama untuk ekspansi Lawson," jelasnya.

Selaras dengan penambahan gerai tersebut dan juga gudang, MIDI telah merealisasikan capex sekitar Rp577 miliar hingga kini. Tahun ini MIDI alokasikan total capex Rp 1,6 triliun dan Rp 600 miliar khusus dialirkan untuk pengembangan gerai Lawson.

Menghadapi persaingan antar gerai modern yang agresif saat ini, MIDI menyatakan bahwa strategi bersinergi dengan PT Lancar Wiguna Sejahtara, merupakan langkah ekspansi bisnis yang diandalkan tahun ini. Melalui anak perusahaan MIDI, pihaknya meluncurkan format gerai Lawson store-in-store alias gerai di dalam gerai Alfamidi.

Suantopo mengatakan bahwa dengan dukungan jaringan gerai Alfamidi yang sudah berjumlah lebih dari 2.000 gerai, gerai Lawson memang diharapkan bisa berkembang lebih cepat.

"Dengan sinergi ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan Alfamidi dan juga Lawson sehingga secara meningkatkan penjualan secara konsolidasi," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×