kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Meski Ekonomi Dibuka, BI Proyeksikan Pertumbuhan China Tak Setinggi Perkiraan Semula


Jumat, 23 Juni 2023 / 04:30 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyebut, pembukaan kembali aktivitas ekonomi China tak menjamin ekonomi negara tersebut akan ngegas. 

Dengan demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo melihat pertumbuhan ekonomi China mungkin tumbuh tak sekuat perkiraan sebelumnya. 

"Ternyata, pola pertumbuhan ekonomi di China tidak seperti perkiraan. Awalnya kami perkirakan pembukaan kembali mobilitas akan cepat mendorong pertumbuhannya," terang Perry, Kamis (22/6) di Jakarta. 

Perry mengungkapkan beberapa hal yang mungkin menahan laju pertumbuhan ekonomi China. 

Baca Juga: BI Beri Warning Ada Peningkatan Ketidakpastian Ekonomi Global

Pertama, dampak perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS). Tensi tinggi kedua negara tersebut membuat AS membatasi barang dari China. 

Akibatnya, ekspor China pun melambat. Berhubung ekonomi China juga bergantung pada luar negeri, maka ini bisa menjadi batu sandungan pertumbuhan ekonomi China. 

Kedua, dampak kenaikan mobilitas tak serta merta mendorong permintaan dalam negeri. Ini juga membuat bank sentral China kemudian menurunkan suku bunga acuan untuk menggenjot permintaan. 

Ini kemudian menjadi salah satu hal yang memicu naiknya ketidakpastian perekonomian global. 

Perry mengingatkan, penguatan respons diperlukan untuk memitigasi risiko rambatan global terhadap ketahanan eksternal di negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Sementara itu, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2023 akan mencapai 2,7% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×