Ekonomi

Merger Gojek-Tokopedia, idEA: Ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi besar

Selasa, 18 Mei 2021 | 08:35 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Merger Gojek-Tokopedia, idEA: Ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi besar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengapresiasi penggabungan dua entitas besar industri digital Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia. Platform layanan on-demand dan pembayaran serta perusahaan teknologi marketplace tersebut hari ini secara resmi membentuk Grup GoTo.

Ketua Umum idEA Bima Laga menyatakan, pihaknya antusias melihat merger Gojek-Tokopedia. Hal ini menggambarkan prospek ekonomi digital Indonesia yang memiliki potensi sangat besar untuk tumbuh menjadi salah satu raksasa di dunia.

"Kami yakin para pelaku industri digital selalu melakukan mapping pasar untuk menentukan strategi ke depannya.  Kompetitif, pasti. Merger ini memperlihatkan keseriusan players kita untuk turut ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ungkap Bima kepada Kontan.co.id, Senin (17/5).

Di dalam negeri, merger ini akan membuat industri digital semakin kompetitif. Konsolidasi bisnis antara Gojek dan Tokopedia juga memperlihatkan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang kian matang dari tahun ke tahun. Meski begitu, secara keseluruhan pelaku ekonomi digital Indonesia tetap harus merancang strategi jangka panjang agar ekosistemnya bisa semakin matang.

Baca Juga: Gojek-Tokopedia merger menjadi GoTo, begini respons KPPU

"Pasalnya pasar digital Indonesia memang masih perlu diolah lebih baik lagi. Saat ini masih proses karena banyak pihak yang masih harus mempersiapkan strategi jangka panjang," ujarnya.

Yang pasti, Bima menekankan bahwa dari sisi persaingan usaha, merger antara dua entitas perusahaan digital raksasa ini masih tergolong wajar. Apalagi, pasar juga akan melakukan penyesuaian. "Tetap sehat (bagi persaingan usaha). Akan ada adjustment pasar kok nantinya," pungkas Bima.

Sebagai informasi, dengan bergabungnya Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, maka kolaborasi perusahaan digital ini memiliki:

> Total Gross Transaction Value (GTV) secara Grup lebih dari US $22 miliar pada tahun 2020

>  Lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020

> Lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020

> Lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020

> Lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU)

> Kontribusi sebesar 2% kepada total PDB Indonesia

Dengan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan, Grup GoTo akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia, melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Jaringan mitra usaha serta mitra driver di dalam Grup GoTo juga akan saling melengkapi akan menghadirkan pilihan barang dan jasa. Apalagi didukung oleh layanan pembayaran digital dan keuangan yang dinilai mempermudah konsumen sekaligus meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan.

Adapun, Grup GoTo memiliki daftar investor blue-chip termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Selanjutnya: Pasca merger jadi GoTo, Gojek-Tokopedia jajaki potensi IPO di lebih dari satu lokasi

 

Editor: Handoyo .
Terbaru