Ekonomi

Menperin: Penjualan mobil meningkat 16,63% di kuartal I 2021 pasca relaksasi PPnBM

Kamis, 06 Mei 2021 | 10:10 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Menperin: Penjualan mobil meningkat 16,63% di kuartal I 2021 pasca relaksasi PPnBM

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim, penjualan mobil meningkat pada kuartal I 2021. Hal ini dampak adanya relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) bagi kendaraan bermotor.

"Secara kuartal ke kuartal ini untuk beberapa indikator otomotif naik double digit. Produksi mobil naik 23,36 persen, penjualan mobil naik 16,63 persen dan sepeda motor naik 64,53 persen," ujar Menperin Agus dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5).

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 minus 0,74 persen, terdapat sejumlah sektor industri pengolahan non migas yang tumbuh positif pada kuartal I 2021. Diantaranya, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 11,46 persen; industri furnitur tumbuh 8,04 persen; industri logam dasar tumbuh 7,71 persen; industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh 3,84 persen; dan industri mesin dan perlengkapan tumbuh 3,22 persen.

Baca Juga: Berkat insentif PPnBM, penjualan mobil Daihatsu di bulan Maret-April meningkat

"Industri makanan minuman baru tercatat tumbuh 2,45 persen, padahal kontribusi industri mamin bagi PDB industri manufaktur besarnya bisa sampai 30% - 40%. (Ini) Masih rendah karena daya beli masyarakat masih rendah," terang dia.

Menperin Agus menyebut, industri pengolahan non migas masih menjadi motor penggerak perekonomian nasional di kuartal 1 2021. Hal ini dilihat dari kontribusi PDB nya sebesar 17,91 persen. Ia bilang, kontribusi tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun 2020 yang sebanyak 17,86 persen.

"Rata-rata utilisasi sebesar 61,30 persen. Meningkat dibanding beberapa sebelumnya, apalagi dibanding saat awal-awal pandemi," terang Agus.

Selanjutnya: Sila cek harga MPV murah di bulan terakhir PPnBM 0 persen

 

Editor: Handoyo .
Terbaru