Menlu Taliban Kunjungi Iran untuk Pertama Kalinya Membahas Tiga Hal Ini

Senin, 10 Januari 2022 | 21:04 WIB Sumber: Arab News
Menlu Taliban Kunjungi Iran untuk Pertama Kalinya Membahas Tiga Hal Ini

ILUSTRASI. Anggota Taliban.  REUTERS/Jorge Silva


KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD. Sebuah delegasi yang dipimpin oleh menteri luar negeri Taliban berada di Iran untuk membahas masalah perbatasan, ekonomi dan pengungsi, kata seorang pejabat senior kementerian luar negeri di Kabul, Minggu.

Ini adalah pertama kalinya delegasi dari Kabul mengunjungi negara tetangga itu setelah Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus tahun lalu. Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi didampingi oleh menteri ekonomi dan perdagangan, serta gubernur bank sentral Afghanistan. Delegasi tiba di Teheran pada hari Sabtu, atas undangan pemerintah Iran.

“Dalam kunjungan ini, isu-isu yang sangat penting, termasuk perbatasan dan titik perlintasan, pengungsi, ekonomi dan penguatan hubungan politik dengan Iran akan dibahas,” Waliullah Shaheen, direktur Institute of Strategic Studies Kementerian Luar Negeri di Kabul, kepada Arab News.

“Kami di Kementerian Luar Negeri Afghanistan percaya bahwa Iran adalah tetangga penting bagi Afghanistan, terutama saat ini,” tambahnya.

Baca Juga: Taliban: Perempuan Dilarang Melakukan Perjalanan Jarak Jauh Sendirian

Iran, seperti negara-negara lain, sejauh ini tidak mengakui pemerintah sementara Afghanistan, yang dibentuk oleh Taliban pada September tahun lalu.

Sejak jatuhnya pemerintahan Kabul yang didukung Barat pada 15 Agustus, miliaran dolar bantuan asing untuk ekonomi yang bergantung pada bantuan Afghanistan telah ditangguhkan dan sekitar US$ 9,5 miliar aset Bank Sentral Afghanistan yang diparkir di luar negeri telah dibekukan.

Dengan bantuan ditangguhkan, penguasa baru tidak diakui, dan sistem keuangan lumpuh, Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan menjulang. Iran adalah mitra dagang utama bagi Afghanistan dan tuan rumah bagi jutaan pengungsi Afghanistan.

Ketegangan di perbatasan sepanjang 900 kilometer dengan Afghanistan, rute penyelundupan aktif dan perdagangan manusia, telah menjadi masalah lama. Pada bulan Desember, otoritas Taliban melaporkan pembunuhan beberapa penjaga perbatasan Iran menyusul upaya penyelundupan bahan bakar dari pihak Iran ke Provinsi Nimroz di Afghanistan barat daya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru