Nasional

Menilik rencana investasi BPKH di tahun 2021

Kamis, 14 Januari 2021 | 05:30 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Menilik rencana investasi BPKH di tahun 2021


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan investasi dana kelolaan haji di tahun 2021.

Anggota Badan Pelaksana BPKH (BP BPKH) Beny Witjaksono mengatakan, investasi surat berharga masih menjadi investasi terbesar pada tahun ini. Pihaknya juga berminat berinvestasi di sukuk daerah karena itu BPKH mendorong agar daerah bisa menerbitkan sukuk daerah.

Beny menyebut, selama ini penerbit sukuk adalah pemerintah pusat. Dengan adanya sukuk daerah diyakini Pemerintah Daerah dapat juga memilih proyek straregis yang dinilai menjadi prioritas daerahnya.

"Kita berharap, kita pacu agar daerah-daerah bisa menerbitkan juga," kata Beny dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1).

Beny mengatakan, untuk investasi luar negeri akan diprioritaskan pada sarana haji. Mulai dari pemondokan, catering dan transportasi. Ia menyebut, surat berharga adalah sebagai pengimbang dalam instrumen investasi karena tidak ada presentase pasti berapa persen investasi untuk surat berharga. Investasi yang mempunyai presentase adalah investasi langsung sebesar 20%, investasi lainnya 10% dan investasi emas 5%.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin minta subsidi haji dipangkas bertahap, begini respons BPKH

"Emas InsyaAllah kita akan masuk di tahun 2021 ini tentunya dengan berbagai pertimbangan karena harga emas makin turun akhir-akhir ini. Mengingat ekonomi diharapkan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh biasanya emas juga terpengaruh sehingga kita akan cenderung memegangnya (dalam jangka) panjang," jelas Beny.

Anggota Badan Pelaksana BPKH (BP BPKH) Iskandar Zulkarnain mengatakan, terdapat beberapa sektor yang akan dijajaki untuk investasi dana kelolaan haji tahun 2021.

Ia menyebut, sektor yang terkait dengan ekosistem perhajian masih menjadi sektor utama. Kemudian, pihaknya juga tengah menimbang peluang investasi di beberapa sektor yang potensial seperti pendidikan, kesehatan, dan terkait dengan sektor-sektor keuangan. "Tentunya hal - hal tersebut sesuai kaidah maqashid syariah yang kita utamakan, sehingga investasi 2021 tentunya kita sesuaikan dengan kondisi yang ada," tutur Iskandar.

Selanjutnya: BPKH berencana investasi senilai Rp 3 triliun di Bank Muamalat

 

Editor: Handoyo .


Terbaru