kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menilik Progres Proyek Pabrik Baterai EV


Sabtu, 20 Mei 2023 / 13:00 WIB

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek pabrik baterai kendaraan listrik Indonesia Battery Corporation (IBC) masih bergulir.  Sekretaris Perusahaan IBC Muhammad Sabik mengatakan, pihaknya tengah menyusun studi kelayakan proyek alias feasibility study (FS) secara bersama-sama.

“Perinciannya akan kami kabarkan lagi,” ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (19/5).

Seperti diketahui, IBC menjalin kerja sama strategis dengan dua mitra pemain baterai global yakni Contemporary Ampere Technology Co. Limited (CATL) dan LG Energy Solutions (LGES) untuk mengembangkan  industri baterai kendaraan listrik di tanah air.

Baca Juga: IBC: Proyek Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik di Tanah Air Terus Berlanjut

Menurut catatan Kontan.co.id, total investasi pengembangan industri baterai kendaraan listrik IBC mencapai Rp 217 triliun. Secara khusus, investasi baterai kendaraan listrik IBC terdiri dari investasi untuk pertambangan sebesar Rp 4,6 triliun, investasi untuk proyek smelting dan refining Rp 94,25 triliun, investasi untuk produksi prekursor dan katoda Rp 34,8 triliun, dan investasi untuk sel baterai Rp 59,45 triliun. 

Selain itu, masih ada investasi untuk daur ulang (recycling) sebesar Rp 0,4 triliun dan investasi untuk energy storage system Rp 0,6 triliun. 

Baca Juga: Hilirisasi Baterai Kendaraan Listrik Jadi Harapan Baru Emiten Logam Industri

Sabik tidak memungkiri, sebagian komponen bahan baku dalam pembuatan baterai kendaraan listrik seperti lithium dan grafit  masih belum terdapat di Indonesia dan perlu dipasok dari luar negeri. Kendati demikian, Sabik memastikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kendala, sebab bahan-bahan baku tersebut dapat diperoleh tidak hanya dari 1 negara namun dari beberapa negara. Dengan demikian,  ia memastikan bahwa IBC tidak akan memiliki ketergantungan kepada salah satu negara pemasok saja.

“Kita masih open dengan partner dari berbagai negara,” kata Sabik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×