Menilik Dampak Penurunan Harga Tiket Pesawat ke Bisnis Perhotelan

Rabu, 18 Januari 2023 | 06:45 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Menilik Dampak Penurunan Harga Tiket Pesawat ke Bisnis Perhotelan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tiket pesawat mulai mengalami penurunan. Lewat unggahan akun resmi Twitternya, yakni @pesonaindonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencuitkan bahwa harga tiket pesawat sudah mulai turun. 

Kemenparekraf mencontohkan, harga tiket pesawat Jakarta-Bali kini dimulai dari Rp 700 ribuan dari semula Rp 1,3 juta - Rp 3,3 jutaan. Berikutnya, harga tiket pesawat Jakarta-Surabaya dimulai dari Rp 600 ribuan dari semula Rp 1 jutaan, sementara Jakarta-Jogja dimulai dari Rp 400 ribuan dari semula Rp 800 ribu - Rp 1 jutaan.

“Harga tiket pesawat terpantau turun sejalan dengan harga avtur yang melandai. Saat ini sudah banyak harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan dengan beberapa bulan lalu,” tulis Kemenparekraf dalam cuitan yang diunggah 11 Januari 2023 lalu.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mulai Turun, Begini Kata Pengamat

Berdasarkan pantauan Kontan.co.id pada salah satu platform pemesanan tiket online (diakses Selasa, 17 Januari 2023), harga pesawat pada sebagian rute memang mengalami penurunan. Harga tiket pesawat Jakarta - Bali misalnya, tercatat dimulai dari Rp 705.000 (diakses 17 Januari 2023) untuk tanggal penerbangan 18 Januari 2023 kelas ekonomi.  Menurut catatan Kontan.co.id, tarif rute Jakarta - Bali pada Agustus 2022 lalu masih berkisar dari Rp 883.000 hingga Rp 1,8 juta.

CEO Dafam Hotel Management, Andhy Irawan menilai, penurunan harga maskapai berpotensi mendongkrak wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Dafam sendiri sudah menyiapkan strategi untuk memaksimalkan peluang tersebut.

“Strategi Dafam adalah bekerja sama dengan maskapai penerbangan dengan ‘BPV’ atau Boarding Pass Value, artinya setiap passenger yang naik pesawat tersebut akan mendapatkan discount langsung jika stay di hotel Dafam,” tutur Andhy kepada Kontan.co.id, Selasa (17/1).

Sedikit informasi, jaringan perhotelan Dafam Hotel Management terdiri atas 29 hotel di Indonesia. Rata-rata rata-rata tingkat keterisian kamar alias okupansinya berkisar 60%-75% saat ini. Harapan Andhy, dengan peluang pasar dan strategi yang dijalankan, okupansi jaringan hotel Dafam bisa meningkat di bulan Januari ini.

“Paling tidak (menjadi) 70%-80% sudah oke,” tuturnya.

Senada, dengan Andhy, Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME), Christofer Wibisono mengatakan, tiket pesawat yang lebih terjangkau bisa saja meningkatkan mobilitas masyarakat. Hanya saja, ia mengaku tidak bisa menakar efek dari fenomena tersebut terhadap tingkat okupansi hotel.

“Kami belum mengukur dampaknya khusus dari penurunan harga tersebut,” tutur Christofer saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (17/1).

Sementara itu, General Manager Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Venny Artha mengatakan, penurunan harga tiket kemungkinan tidak banyak berpengaruh bagi usaha perusahaan secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Avtur Turun, Biaya Operasional Maskapai Penerbangan Bisa Ikut Turun

“Bisnis kami didominasi oleh MICE, Group series dan government. Sekarang banyak destinasi yang bisa lewat darat juga, jadi kalau group MICE mereka bisa juga lewat jalan darat,” terang Venny kepada Kontan.co.id (17/1).

Meski begitu, Venny berujar bahwa pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa maskapai. Kerja sama tersebut sudah dijalin sejak pandemi Covid-19.

“Tentu saja (kerja sama dengan maskapai) bisa digunakan saat ini, pemilik boarding pass bisa mendapatkan extra discount di unit-unit kami. Fokus kami justru berkaitan dengan tahun politik di mana akan banyak kegiatan menuju pemilihan,” terang Venny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru