kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mengenal Lloyd Austin, menteri pertahanan AS kulit hitam pertama pilihan Biden


Selasa, 08 Desember 2020 / 23:35 WIB
Mengenal Lloyd Austin, menteri pertahanan AS kulit hitam pertama pilihan Biden

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden terpilih Joe Biden telah memilih Lloyd Austin, yang memimpin pasukan Amerika Serikat (AS) ke Baghdad pada 2003, sebagai menteri pertahanan. Austin pun jadi bos Pentagon Afrika-Amerika pertama.

Veteran perang di Irak dan Afghanistan ini mengalahkan kandidat kuat mantan wakil menteri pertahanan Michele Flournoy, di tengah tekanan pada Biden untuk mencalonkan lebih banyak minoritas untuk posisi di kabinetnya.

Channel News Asia melaporkan, CNN, Politico, dan New York Times mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui keputusan itu menyebutkan, setelah Biden membuat pilihannya pada Senin (7/12) pagi, dia akan mengumumkan penunjukan Austin pada Jumat (11/12).

Austin akan membutuhkan konfirmasi Senat untuk menduduki jabatan itu. Dia juga memerlukan pengabaian khusus dari Senat karena undang-undang mengharuskan perwira militer menunggu tujuh tahun setelah pensiun sebelum menjabat sebagai menteri pertahanan.

Baca Juga: Yellen disebut sebagai calon menteri keuangan AS, begini tanggapan investor

Aturan tersebut berakar pada pandangan bahwa hanya warga sipil yang boleh menjabat sebagai menteri pertahanan.

Tapi, pengabaian tersebut telah terjadi dua kali. Terakhir, untuk Jenderal Jim Mattis pada 2017, menteri pertahanan pertama Presiden Donald Trump.

Empat dekade di ketentaraan

Austin, pensiunan jenderal bintang empat yang kini berusia 67 tahun, menghabiskan empat dekade di ketentaraan, lulus dari Akademi Militer West Point

Dia mengikuti karier dengan berbagai tugas, dari memimpin peleton hingga menjalankan grup logistik dan mengawasi perekrutan, sampai pekerjaan senior Pentagon.

Baca Juga: Joe Biden umumkan beberapa calon menteri kabinetnya, siapa saja?



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×