kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45981,95   -5,95   -0.60%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) Bidik Segmen UMKM


Senin, 27 Desember 2021 / 08:45 WIB
Megalestari Epack Sentosaraya (EPAC) Bidik Segmen UMKM

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten flexible packaging, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menilai pasar kemasan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih memiliki potensi yang sangat besar ke depannya. 

Direktur Utama Megalestari Epack Bahar Ghazali memaparkan, aplikasi layanan pesan-antar makanan online yang semakin berkembang khususnya di masa pandemi, ikut mendorong pertumbuhan bisnis UMKM. Kondisi ini, menjadi katalis positif bagi industri kemasan untuk masuk lebih dalam lagi ke segmen pasar UMKM. 

"Yang paling besar di saat seperti ini adalah pasar tradisional dan UMKM yang masih belum terjangkau oleh flexible packaging, dan ini adalah satu potensi pasar yang sangat besar," ungkap Bahar dalam Paparan Publik Virtual, Jumat (24/12) lalu. 

Baca Juga: Megalestari Epack (EPAC) revisi target penjualan menjadi Rp 185 miliar di tahun 2021

Memanfaatkan pertumbuhan bisnis UMKM, Bahar bilang ke depannya EPAC akan lebih fokus membidik pasar UMKM yang selama ini belum tersentuh oleh industri flexible packaging.  

Tak hanya itu, peningkatan permintaan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) juga akan turut mendorong pertumbuhan penjualan kemasan, termasuk Megalestari Epack yang sebagian besar segmen konsumennya berasal dari industri FMCG. "Ini akan meningkatkan penjualan dan memberikan prospek usaha yang sangat bagus untuk flexible pacakging," lanjut dia. 

 

Berdasarkan materi paparan publik, beberapa konsumen EPAC di industri FMCG di antaranya, Yupi, Wings Group, Mayora  Indah, TPS Food, Japfa, Nippon Indosari Corpindo (Sari Roti), dan lain sebagainya. Hingga September 2021, EPAC membukukan penjualan sebesar Rp 112,34 miliar. Jumlah ini menurun 8,40% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 122,65 miliar. 

Dari sisi bottom line juga ikut mencatatkan penurunan. Per kuartal III-2021, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,06 miliar. Sedangkan pada kuartal III-2020 laba EPAC masih mencapai Rp 8,01 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×