Mayora Indah (MYOR) mencanangkan sejumlah strategi bisnis tahun depan

Selasa, 16 November 2021 | 09:45 WIB   Reporter: Vina Elvira
Mayora Indah (MYOR) mencanangkan sejumlah strategi bisnis tahun depan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencanangkan sejumlah strategi untuk mengembangkan bisnis di tahun 2022 mendatang. 

Sekretaris Perusahaan Mayora Indah Yuni Gunawan menyatakan, untuk mengembangkan pasar lokal, MYOR akan terus meluncurkan sejumlah produk atau varian produk baru di tahun depan. 

Di samping itu, optimalisasi penjualan terhadap produk-produk yang telah dirilis sejak setahun ke belakang juga akan terus dilakukan oleh perusahaan. "Perseroan juga berupaya untuk meningkatkan penjualan produk baru yang telah dirilis dari tahun 2020 dan tahun ini," ujar Yuni kepada Kontan.co.id, Senin (15/11). 

Baca Juga: Begini prospek kinerja Mayora Indah (MYOR) di sisa tahun 2021

Yuni memaparkan, untuk menggenjot kinerja ekspor di tahun depan, MYOR akan berusaha untuk menghadirkan produk baru di pasar mancanegara. Tak hanya itu, peningkatan market share di negara tujuan ekspor eksisting juga jadi strategi lain yang dicanangkan oleh Mayora Indah untuk tahun 2022. "Serta berupaya meningkatkan market share dari produk-produk unggulan kami di tiap-tiap negara," paparnya. 

Sebagai informasi, Mayora Indah telah memasarkan produk-produknya ke hampir seluruh negara di Asia. Yuni menyebut, porsi penjualan ekspor MYOR hingga kuartal III-2021 telah mencapai 41% dari total keseluruhan penjualan perusahaan. Sampai September lalu, Mayora Indah berhasil membukukan peningkatan penjualan hingga 13,12%, menjadi Rp 19,88 triliun.

 

 

Penjualan bersih MYOR di kuartal ketiga tahun ini, masih ditopang oleh pasar lokal yang mencapai Rp 11,76 triliun. Kemudian disusul oleh penjualan dari pasar ekspor yang juga mengalami pertumbuhan 14,04% yoy menjadi Rp 8,13 triliun. Sedangkan untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun mengalami penurunan, dari semula Rp 1,55 triliun menjadi Rp 977,93 miliar.

Selanjutnya: Kinerja Mayora Indah (MYOR) diproyeksi membaik di tengah kenaikan harga bahan baku

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru