Masuk bisnis manufaktur, IRRA fokus lanjutkan proses akuisisi Oneject Indonesia

Kamis, 16 Desember 2021 | 09:50 WIB   Reporter: Dimas Andi
Masuk bisnis manufaktur, IRRA fokus lanjutkan proses akuisisi Oneject Indonesia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) tak hanya fokus menjadi distributor alat-alat kesehatan saja, baik terkait pandemi Covid-19 maupun non pandemi. Perusahaan ini tengah bersiap melakukan transformasi bisnis dengan menambah portofolio bisnis, yakni menjadi perusahaan manufaktur untuk alat-alat kesehatan.

Direktur Utama IRRA Heru Firdausi Syarif berharap pendapatan usaha IRRA dapat semakin menanjak ketika perusahaan tersebut turut menjadi pabrikan.

Untuk itu, pihak IRRA akan melanjutkan proses akuisisi terhadap PT Oneject Indonesia yang merupakan produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) terbesar di Asia. Guna merealisasikannya, IRRA akan menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar Rp 200—300 miliar di tahun 2022 atau tak jauh berbeda dengan capex perusahaan di tahun ini.

Baca Juga: Produk terkait Covid-19 masih dibutuhkan, IRRA optimistis bisa lanjutkan tren positif

“Fokus capex-nya lebih banyak ke akuisisi tersebut. Sisanya untuk kebutuhan reguler seperti pembukaan cabang atau perawatan alat transportasi untuk distribusi,” terang Heru dalam paparan publik virtual, Rabu (15/12).

Dalam catatan Kontan, September 2021 lalu IRRA melakukan perjanjian pengikatan jual-beli saham bersyarat (PJBB) untuk akuisisi Oneject Indonesia. Nantinya, IRRA akan menguasai 51% saham Oneject Indonesia.

Transaksi pembelian saham akan dilakukan dalam 2 tranche, yaitu pembayaran di awal senilai Rp 198,8 miliar yang dibayarkan saat penandatanganan PJBB dan pembayaran final sebesar nilai total akuisisi yang disepakati dikurangi nilai pembayaran awal.

 

 

Proses akuisisi saham Oneject Indonesia ditargetkan selambat-lambatnya selesai di semester I-2022, sehingga di tahun buku 2022, Oneject Indonesia sudah bisa dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan IRRA.

Sebagai informasi, pendapatan usaha IRRA melesat 670% (yoy) menjadi Rp 1,08 triliun per kuartal III-2021. Di periode yang sama, laba setelah pajak IRRA juga meroket 840% (yoy) menjadi Rp 84,92 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru