Luhut: Industri Migas Tetap Strategis Bagi Pembangunan Ekonomi Indonesia

Kamis, 22 September 2022 | 06:30 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Luhut: Industri Migas Tetap Strategis Bagi Pembangunan Ekonomi Indonesia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengharapkan dengan adanya  temuan berbagai lapangan migas baru dapat menarik para investor untuk berinvestasi di Indonesia. 

Luhut menyatakan industri migas tetap strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Menurutnya, peran industri ini bahkan lebih signifikan karena Indonesia mendukung Perjanjian Paris untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 atau sebelumnya dengan menyediakan energi bersih yang sangat dibutuhkan yang membantu transisi ke lebih banyak energi terbarukan dalam bauran energi. 

“Ini bukan tugas yang mudah karena kita harus menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pada saat yang sama akan membutuhkan sumber energi yang melimpah, terjangkau, dan dapat diandalkan,” kata dia saat pembukaan IPA Convex 2022, Rabu (21/9). 

Baca Juga: Ini 4 Proyek Migas Menjanjikan di Indonesia, Investasinya Lebih dari US$ 37 Miliar

Luhut menyampaikan, bahwa Indonesia masih sangat menarik untuk para investor. Pasalnya, pertumbuhan Indonesia selama tiga kuartal terakhir lebih dari 5% meskipun konflik terjadi di Ukraina, dan dunia masih belum pulih dari pandemi. 

“Ini mengesankan dibandingkan dengan tetangga kita dan bahkan negara maju. Saya mengapresiasi semua pihak, termasuk industri migas, yang telah mendukung pencapaian tersebut, satu hal yang pasti adalah orang ingin berinvestasi di Indonesia,” kata dia.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif, ketersediaan dan keamanan energi menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk mendukung pertumbuhan Indonesia. 

Luhut mengapresiasi industri migas yang telah menemukan berbagai lapangan migas baru seperti Premier Oil yang baru saja menemukan lapangan gas baru di lepas pantai Aceh. Kemudian, Pertamina Hulu Rokan telah menyelesaikan lebih dari 350 sumur baru dalam waktu satu tahun setelah akuisisi dan Blok Cepu ExxonMobil untuk mengebor lebih banyak sumur klastik dan infill.

Baca Juga: Kementerian ESDM Buka Lelang Blok Migas West Kampar

Luhut berharap banyaknya temuan tersebut menarik para investor untuk berinvestasi di Indonesia. 

Luhut menegaskan, pihaknya ingin menunjukkan kepada dunia betapa menarik dan mudahnya berbisnis di Indonesia.

“Kami ingin mereka tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia melalui transfer teknologi dan peningkatan kapasitas, tetapi juga memberikan keuntungan yang baik bagi para investor,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru