Laos lockdown ketat ibu kota Vientiane, denda tinggi bagi pelanggar

Senin, 20 September 2021 | 23:05 WIB Sumber: Channel News Asia
Laos lockdown ketat ibu kota Vientiane, denda tinggi bagi pelanggar

KONTAN.CO.ID - Laos mengunci ibu kotanya Vientiane dengan ketat dan melarang perjalanan antarprovinsi yang dilanda wabah COVID-19, ketika kasus melonjak ke rekor tertinggi.

Negara komunis itu sejatinya lolos dari dampak pandemi pada 2020. Hingga Maret 2021, melaporkan kurang dari 60 kasus, meski jumlah yang rendah sebagian karena tes COVID-19 yang terbatas.

Tetapi, mengutip Channel News Asia, lonjakan kasus sejak pertengahan April terus meningkat. Dan pada Sabtu (18/9), Laos mencatat 467 kasus baru komunitas, penghitungan satu hari tertinggi yang pernah ada.

Kota Vientiane, tempat sebagian besar kasus terdeteksi, menyatakan penguncian ketat pada Minggu (19/9) selama dua minggu, memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah mereka kecuali untuk mencari makanan atau obat-obatan dan pergi ke rumahsakit.

Baca Juga: Bantu Myanmar melawan Covid-19, Indonesia sumbang Rp 2,8 miliar

Perjalanan antara tujuh provinsi yang terkena dampak parah dilarang. Sementara masuk ke Vientiane membutuhkan karantina selama 14 hari.

Semua pertemuan publik bahkan upacara keagamaan juga dilarang. Demikian juga kegiatan termasuk olahraga di luar ruangan dan menjual makanan di jalanan, menurut media Pemerintah Laos KPL.

Lonjakan kasus selama akhir pekan terkait dengan klaster baru yang ditemukan di pabrik garmen, dengan sebagian besar pekerja terinfeksi varian Delta yang sangat menular.

Laos sejauh ini mencatat total 19.399 kasus dan 16 kematian akibat COVID-19.

Media Pemerintah Laos melaporkan, setiap pelanggaran di Vientiane bisa kena denda 3 juta kip (US$ 310) di negara dengan pendapatan per kapita tahunan sekitar US$ 2.600.

Selanjutnya: Tertinggi sejak April tahun lalu, Singapura laporkan 1.009 kasus lokal COVID-19

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru