kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,13   -0,77   -0.08%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Gabungan Bank Pelat Merah pada Tahun Lalu Melesat 78,6%


Rabu, 09 Februari 2022 / 06:45 WIB
Laba Gabungan Bank Pelat Merah pada Tahun Lalu Melesat 78,6%

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja bank pelat merah tahun 2021 cukup menggembirakan setelah merosot tajam pada tahun sebelumnya akibat dari dampak awal pandemi Covid-19. Empat bank pelat merah membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 72,07 triliun. Itu meningkat 78,6% dari perolehan laba pada tahun 2020 sebesar Rp 40,34 triliun. 

Pertumbuhan laba tertinggi dicatatkan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yakni melesat 232,2% secara year on year (YoY) menjadi Rp 10,89 triliun. Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk yang tumbuh 66,8% YoY menjadi Rp 28,03 triliun,.

Lalu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tumbuh 64,9% YoY menjadi Rp 30,7 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) naik 48,3% YoY menjadi Rp 2,37 triliun. 

Pertumbuhan laba bersih ini tentu jadi kabar gembira bagi investor saham keempat bank tersebut. Pasalnya, dividen yang akan dibagikan tahun ini berpotensi meningkat. 

Baca Juga: Bank Mandiri Catat Dana Kelolaan Wealth Management Rp 232 Triliun pada Akhir 2021

Kenaikan laba bersih Bank BTN ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,66% menjadi Rp 274,83 triliun pada tahun 2021 (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit tersebut disertai dengan penurunan Non Performing Loan (NPL) Gross dari 4,37% jadi 3,70%.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan, pertumbuhan kredit BTN mengkonfirmasi bahwa sektor perumahan terbukti cukup tangguh dalam melewati masa krisis ekonomi akibat pandemi. 

Pembiayaan pemilikan rumah tetap mengalir sekalipun daya beli konsumen relatif turun. Ini terbukti dari penyaluran kredit perseroan tahun 2021 yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 dan berada di atas rata-rata kredit industri perbankan pada kisaran 5,24%.

“Berbagai insentif yang diberikan pemerintah berhasil menjaga daya beli konsumen sehingga permintaan kredit rumah tetap meningkat. Kami optimistis, pada saat ekonomi semakin pulih, dan pandemi berlalu sepenuhnya, permintaan KPR  dapat meningkat lebih tinggi lagi,” kata Haru dalam Paparan Kinerja Keuangan Bank BTN Tahun 2021, Rabu (8/2).

Baca Juga: Bank Mandiri Catat Pendapatan Komisi Naik 32% dari Bisnis Wealth Management di 2021

Haru mengungkapkan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit Bank BTN dengan kenaikan sebesar 8,25% yoy menjadi Rp130,68 triliun. Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 4,14% yoy menjadi Rp83,25 triliun.

Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sekitar 90%. Sementara KPR secara nasional Bank BTN menguasai pangsa pasar sekitar 40%.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Corporate Financial Planning & Analysis Mastering Data Analysis & Visualisation with Excel

×