kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bank BCA Naik 34% Jadi Rp 24,19 Triliun pada Semester I, Ini Pendorongnya


Selasa, 25 Juli 2023 / 06:50 WIB
Laba Bank BCA Naik 34% Jadi Rp 24,19 Triliun pada Semester I, Ini Pendorongnya

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia (Persero) Tbk. (BBCA) mencatatkan kinerja laba bersih sebesar Rp 24,19 triliun pada semester I/2023. Perolehan tersebut tumbuh 34% secara tahunan atau year on year (YoY) dari periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,04 triliun.

BCA juga tercatat membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) selama semester I 2023, yakni naik 24,6% YoY menjadi Rp37,10 triliun dari periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,77 triliun.

Pendapatan selain bunga tumbuh 9,4% YoY menjadi Rp 12,2 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 5,4% YoY. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 49,27 triliun atau naik 20,5% YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 40,89 triliun.

Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun 49,5% menjadi Rp 1,88 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,72 triliun.

Baca Juga: BTN Rilis Fitur Baru Menu Instan, Dorong Target Trafik 210 Juta Transaksi di 2023

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja menyampaikan, pertumbuhan laba perseroan di semester I/2023 ini didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

Dari sisi intermediasi, total kredit BCA hingga Juni 2023 naik 9% menjadi Rp 735,93 triliun dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 711,26 triliun. Kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, diikuti oleh kredit komersial dan UKM.

Peningkatan kredit konsumer ditopang oleh KPR yang tumbuh 12,0% YoY menjadi Rp114,57 triliun, serta KKB yang naik 19,2% YoY menjadi Rp 51,43 triliun. Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 15,4% YoY menjadi Rp 14,6 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 13,9% YoY menjadi Rp 183,86 triliun.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,9% YoY mencapai Rp 219,18 triliun. Kredit korporasi juga naik 5,1% YoY mencapai Rp 326,02 triliun.

“Segmen kredit konsumer terus mencatatkan pertumbuhan, ditopang oleh hasil pelaksanaan BCA Expoversary 2023 yang ditutup pada akhir April lalu. Di samping itu, kami melihat momentum permintaan kredit yang kuat dari sektor UMKM, sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis di segmen tersebut," kata Jahja saat konferensi pers kinerja perseroan, Senin (24/7). 

Di sisi lain, penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 6,9% YoY mencapai Rp 181,2 triliun di Juni 2023, berkontribusi hingga 24,3% terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

Dalam konsistensinya mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA juga telah menyalurkan pembiayaan konsumsi untuk kendaraan bermotor listrik sebesar Rp 751 miliar per Juni 2023, atau tumbuh 44 kali lipat secara YoY. 

Di sisi pendanaan, CASA naik 5,7% YoY mencapai Rp 864,7 triliun per Juni 2023, berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp 1.071 triliun dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.011 triliun.

Baca Juga: Bank DBS Indonesia Jadi Lead Arranger Pinjaman USD100 juta ke PT State Grid Power

Sehingga mendorong total aset BCA naik 7,3% YoY menjadi Rp 1.357 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1264 triliun.

Seiring dengan pemulihan bisnis debitur, portofolio kredit yang direstrukturisasi juga terus mencatat perbaikan, yang tercermin pada menurunnya rasio loan at risk (LAR) ke 8,7% di semester I 2023 dibandingkan 12,3% di tahun sebelumnya.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 1,9% di semester I 2023, turun dari 2,2% di tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×