Kuartal IV-2021, Rukun Raharja (RAJA) berencana belanjakan capex US$ 20 juta

Senin, 06 Desember 2021 | 09:35 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Kuartal IV-2021, Rukun Raharja (RAJA) berencana belanjakan capex US$ 20 juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) masih melanjutkan agenda ekspansi menjelang tutup tahun. Pada sepanjang kuartal IV 2021 ini, emiten dengan kode saham RAJA itu berencana mengeluarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 20 juta untuk sejumlah agenda.

“Rencana (kuartal IV) sampai dengan tutup tahun 2021, Perseroan telah mempersiapkan US$ 20 juta untuk finalisasi investasi di Proyek Pipa Rokan dan pembangunan LPG Discharge Terminal di Pelabuhan Rembang,” ujar Direktur Rukun Raharja Oka Lesmana kepada Kontan.co.id (5/12).

Proyek Pipa Rokan yang dimaksud ialah proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi Koridor Balam-Bangka-Dumai dan Koridor Minas-Duri-Dumai. 

Proyek pipa yang membentang sepanjang kurang lebih 352,43 kilometer in merupakan proyek kerja sama operasi antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan RAJA. Menurut kesepakatan yang ada, RAJA sebagai mitra strategis berkomitmen memberikan pendanaan sebesar 25% dalam proyek senilai kurang lebih US$ 300 juta ini. 

Dalam catatan RAJA,  pembangunan pipa Rokan sampai dengan pekan lalu sudah mencapai lebih dari 95% secara teknis lapangan. Sambil mengawal pengerjaan fisik pipa, saat ini pihak manajemen juga tengah mengurusi hal-hal non teknis yang berhubungan untuk pengaliran minyak di pipa seperti misalnya koordinasi dengan instansi pemerintah terkait, dan lain-lain. 

Selain itu, RAJA dan Pertagas juga masih melakukan tahap pembicaraan dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk membahas perjanjian pengangkutan minyak dalam proyek ini.

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Berencana Akuisisi Perusahaan di Tiga Sektor Ini

Sementara itu, LPG Discharge Terminal merupakan proyek LPG terminal. Kontan.co.id mencatat, pembangunan fasilitas ini dilakukan setelah ada HoA antara RAJA dengan Pertamina Patraniaga yang rencananya menjadi pengguna LPG Terminal ini.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, RAJA sudah merealisasikan capex sekitar US$ 72 juta. Realisasi capex ini dialokasikan untuk akuisisi Perusahaan CNG, akuisisi Perusahaan Pipa di wilayah Banten, investasi di Proyek Pipa Rokan, penambahan Kompresor di Cilegon (Indonesia Power), pembangunan LPG Discharge Terminal di Pelabuhan Rembang dan pembangunan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Cijanggel Kabupaten Bandung Barat. 

Dengan demikian, jika rencana belanja modal RAJA di sepanjang kuartal IV 2021 sejalan dengan rencana, yakni kurang lebih US$ 20 juta, maka total belanja modal RAJA di sepanjang tahun ini bakal mencapai sekitar US$ 92 juta. “Insya Allah (kinerja RAJA di tahun 2022) lebih baik dari tahun ini karena beberapa proyek sudah mulai berjalan di tahun depan,” ujar Oka.

Sedikit informasi, mengutip laporan keuangan interim perusahaan, RAJA mencatatkan penurunan mini 1,93% secara tahunan atawa year-on-year (yoy) dari semula a US$ 74,1 juta pada Januari-September 2020 menjadi US$ 72,72 juta di Januari-September 2021.

 

 

Meski begitu, dari hasil pendapatan tersebut, RAJA membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih US$ 105.747 pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, RAJA membukukan  rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih sebesar US$ 259.987 pada Januari-September 2020 lalu.

Menurut penjelasan Oka, penurunan mini pada sisi pendapatan di sembilan bulan pertama tahun ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan biaya tol pipa Gresik.

“Penurunan ini karena penyesuaian tarif berdasarkan Keputusan Menteri ESDM 118.K/MG.04/MEM.M/2021 tanggal 30 Juni 2021 tentang harga gas untuk pembangkit listrik. Penyesuaian tarif tersebut efektif diterapkan untuk menurunkan tarif toll fee pipa Gresik berlaku surut mulai Januari 2021,” terang Oka.

Selanjutnya: Perdagangan perdana, harga saham Widodo Makmur Perkasa (WMPP) merosot 6,88%

Editor: Handoyo .
Terbaru