kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kuartal I-2023, BRI Life Raih Laba Bersih Rp 112,23 Miliar


Rabu, 31 Mei 2023 / 08:00 WIB
Kuartal I-2023, BRI Life Raih Laba Bersih Rp 112,23 Miliar

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi BRI Life mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2023. Anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp 112,23 miliar.

"Dari sisi Profitabilitas, laba bersih BRI Life berhasil mencapai Rp 112,23 miliar atau tumbuh 80,0% secara Year on Year (YoY)," ucap Direktur Keuangan BRI Life Lim Chet dalam konferensi pers, Selasa (30/5).

Sementara itu, Lim mengatakan sampai kuartal I-2023, total asset BRI Life mencapai Rp 23,10 triliun atau tumbuh lebih dari 15,5% YoY. Adapun posisi kesehatan keuangan juga sangat baik dengan RBC berada pada tingkat 506,1%, atau jauh di atas persyaratan minimum yang ditetapkan oleh OJK.

Baca Juga: Catatkan Kinerja Positif, BRI Life Bukukan Laba Bersih Rp 344,3 Miliar pada 2022

“Kami akan terus mendorong pengelolaan profitabilitas BRI Life dengan baik, mulai dari monitoring premi, product mix, dan penempatan investasi untuk memastikan BRI Life dapat memenuhi semua kewajiban yang jatuh tempo,” ungkapnya.

Lim juga menerangkan Premi Baru Ekivalen yang Disetahunkan atau Annualized Premium Equivalent (APE) sampai dengan kuartal I-2023, berhasil meraih Rp 845,95 miliar. Angka itu tumbuh 8,8% secara YoY. 

Dia klaim pencapaian APE itu menempatkan BRI Life sebagai perusahaan asuransi jiwa peringkat atas dari market share APE sebesar 8,6%.

Baca Juga: BRI Life Dorong Peningkatan Layanan dan Inovasi

Di sisi lain, Lim menyampaikan total premi tahun pertama yang diraih BRI Life sebesar Rp 524,21 miliar, atau meningkat 22,5% YoY, jika dibandingkan 2022 sebesar Rp 427,79 miliar.

Lim menjelaskan premi yang terkumpul tersebut dikelola dengan baik, melalui pengelolaan investasi sesuai dengan kebijakan investasi yang telah disusun. Dengan mempertimbangkan sejumlah hal, yakni karakteristik kewajiban yang ada, kualitas asset yang tersedia, dan tingkat likuiditas yang dibutuhkan untuk dapat membayar seluruh kewajiban yang jatuh tempo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×