Kuartal I-2022, Pinago Utama (PNGO) Bukukan Kenaikan Penjualan 11%

Selasa, 10 Mei 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Kuartal I-2022, Pinago Utama (PNGO) Bukukan Kenaikan Penjualan 11%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sawit, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) menyatakan jika kinerja penjualan di kuartal I 2022 tercetak baik dengan peningkatan 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PNGO Utama Meli Tantri optimistis, dengan kinerja yang tercetak di awal tahun ini target mencapai pertumbuhan 10,1% atau Rp2,3 triliun "Kami optimistis target pendapatan Rp 2,3 triliun bisa tercapai tahun ini," ujarnya kepada Kontan, Senin (9/5).

Walau mencetak kinerja yang diharapkan, PNGO tidak memberikan detail lebih lanjut. Pihaknya menilai, dengan terkereknya pendapatan usaha, diperkirakan akan turut meningkatkan laba bersih perusahaan hingga akhir tahun nanti. Maka dari itu, PNGO juga yakin laba perseroan akan tumbuh dibandingkan tahun lalu. 

Baca Juga: Pinago Utama (PNGO) Siapkan Capex Rp 142 Miliar Tahun Ini

Dari sisi produksi CPO, PNGO juga menargetkan volumenya dapat meningkat sebesar 16,6% yoy dibandingkan produksi CPO di tahun 2021. Adapun, pada tahun lalu, PNGO tercatat membukukan produksi CPO sebanyak 86,883 ton. 

PNGO menyatakan, walau Pemerintah memberlakukan larangan ekspor CPO dan produk turunannya, pihaknya tidak memiliki rencana menurunkan target produksinya. "PNGO tidak akan mengurangi hasil produksi yang telah ditargetkan walau ada peraturan tersebut," sambungnya.

Sementara itu, di sepanjang 2021 PNGO tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 2,08 triliun, atau lebih tinggi 38% dibandingkan penjualan pada tahun 2020. Laba kotor perusahaan juga tercatat meningkat 45% yoy menjadi Rp 482,6 miliar. 

 

 

Dengan pencapaian ini, perusahaan tercatat mampu meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 188 miliar sepanjang 2021. Jumlah ini lebih tinggi 132% yoy daripada laba bersih di tahun 2020. 

Tahun ini, PNGO menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 142 miliar di sepanjang tahun ini. Sebagian besar atau sekitar 72% dari dana capex, digunakan untuk kebutuhan tanaman.

Sedangkan sisanya, digunakan untuk kebutuhan infrastruktur (14%) dan pembelian aktiva tetap lainnya (14%). Sebagai informasi, Perseroan menargetkan replanting dan pengembangan area sawit seluas 1,691 hektar dan area karet seluas 126 hektar.

"Adapun sumber dana capex berasal dari internal kas perusahaan dan pinjaman bank," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru