CLOSE [X]

Kuartal I-2022, Penjualan Krakatau Steel (KRAS) Tembus Rp 10 Triliun

Selasa, 12 April 2022 | 08:30 WIB   Reporter: Vina Elvira
Kuartal I-2022, Penjualan Krakatau Steel (KRAS) Tembus Rp 10 Triliun


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali mencetak kinerja penjualan yang positif sepanjang kuartal I-2022. Perusahaan ini tercatat membukukan penjualan Rp 10 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini. 

Hal itu disampaikan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, pada Senin (11/4). Per kuartal I-2022, penjualan KRAS mengalami peningkatan sebesar 44,92% jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 6,9 triliun. 

Dari sisi laba bruto, Silmy bilang angkanya mencapai US$ 68 juta dengan nilai laba bersih sebesar US$ 18 juta atau sekitar Rp 258 miliar. "Di sini terlihat perkembangan Krakatau Steel, dan di kuartal pertama tahun 2022 ini kami juga memecahkan rekor ekspor," ujar Silmy. 

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Kembali Catatkan Laba Rp 891 Miliar di 2021

Dia memaparkan, selama bulan Maret lalu, KRAS berhasil mencetak volume penjualan ekspor sebanyak 116,406 ribu ton, angka ini merupakan capaian bulanan tertinggi yang diraih perusahaan sejauh ini. Capaian tersebut, sejalan juga dengan fokus perusahaan yang ingin memperkuat basis produk Krakatau Steel, baik di pasar domestik maupun pasar global. 

Sebagai gambaran, mengutip catatan Kontan.co.id sebelumnya, pada Januari lalu, KRAS melakukan ekspor sebanyak 63,731 ton. Di bulan lalu, Krakatau Steel melakukan pengiriman produk baja ekspor ke Pakistan, Vietnam, Turki, Yunani, dan Italia.

 

 

Sementara itu sepanjang tahun 2021, Krakatau Steel berhasil mencatatkan penjualan ekspor sebesar 262.715 ton. Jumlah itu melonjak 104% dibandingkan tahun 2020 yang hanya 128.342 ton. Penjualan ekspor ini berkontribusi 14,6% dari total penjualan Krakatau Steel di 2021 yang sebesar 1,79 juta ton. Tercatat, penjualan Krakatau Steel di tahun 2021 mencapai Rp 30,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru