Ekonomi

kuartal I 2021, industri kimia dasar anorganik mengalami kenaikan permintaan

Jumat, 16 April 2021 | 11:10 WIB   Reporter: Muhammad Julian
kuartal I 2021, industri kimia dasar anorganik mengalami kenaikan permintaan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri manufaktur diperkirakan berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari indeks manufaktur yang dirilis oleh beberapa lembaga.

IHS Markit misalnya mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Maret 2021 mencapai 53,2 atau naik dari 50,9 pada Februari 2021. Posisi tersebut disebut-sebut sebagai posisi tertinggi dalam satu dekade pengumpulan data IHS Markit sejak April 2011.

Berikutnya, rilis Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) di kuartal I 2021 mencapai sebesar 50,01%. Sebelumnya, PMI BI kuartal IV 2020 yang sebesar 47,29%.

Di saat yang sama, pertumbuhan rupanya juga terjadi pada industri kimia dasar anorganik. Ketua Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan, pihaknya menjumpai adanya kenaikan permintaan dari industri-industri di tingkat hilir.

“Banyak end user atau pelanggan sedang mengisi  inventory mereka yg sudah sangat low sejak kuartal 3, dan (sebagai) antisipasi permintaan naik untuk lebaran,” jelas Michael kepada Kontan.co.id, Kamis (15/4).

Baca Juga: BI sebut kinerja sektor manufaktur sudah berada pada fase ekspansi

Sedikit informasi, industri kimia dasar organik melayani kebutuhan bahan baku untuk beragam industri di tingkat hilir. Industri hilir penggunanya beragam, mulai dari industri keramik, tekstil, ban kendaraan, makanan minuman, dan masih banyak lagi.

Pada kuartal III 2020 lalu, utilisasi produksi industri kimia dasar anorganik anggota AKIDA sempat menyusut ke kisaran 30%-50%. Namun, angka tersebut sudah berangsur-angsur membaik ke kisaran 40%-50% di kuartal IV 2020 lalu kemudian kembali naik ke kisaran 40%-60% di kuartal I 2021. Harapan Michael, utilisasi produksi bisa naik hingga setidaknya 70% di kuartal IV 2021 mendatang.

Menurut Michael, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung pemulihan industri kimia dasar anorganik. Pertama, perlu ada perbaikan dari sisi regulasi yang tumpang tindih agar proses perizinan usaha anggota AKIDA tidak terganggu.

Kedua, AKIDA berharap agar stimulus harga gas industri US$ 6 per mmbtu bisa diaplikasikan untuk seluruh industri. Ketiga, AKIDA juga mengharapkan adanya proteksi pemerintah atas barang impor. “(Barang  impor) mengurangi (utilisasi) kapasitas kita untuk sekarang, padahal kita butuh untuk meningkatkan (utilisasi) kapasitas agar bisa mencapai minimum economic value,” tutur Michael.

Selanjutnya: PMI-BI meningkat, ekonom: Ada perbaikan di industri manufaktur

 

Editor: Handoyo .
Terbaru